Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menawarkan sejumlah peluang investasi strategis kepada investor asal Jepang, di antaranya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei serta pengembangan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Penawaran tersebut disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara Sulaiman Harahap saat menerima kunjungan pimpinan PT Hankyu Hanshin di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat.
“KEK Sei Mangkei merupakan kawasan industri terpadu. Bapak-bapak dan ibu bisa melihat berbagai peluang investasi yang sesuai, sekaligus memperoleh informasi yang akurat terkait potensi yang tersedia di kawasan tersebut,” ujar Sulaiman.
Menurutnya, Sumatera Utara memiliki beragam potensi investasi yang menjanjikan, mulai dari sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, hingga sumber daya mineral, baik yang sudah ada maupun yang terbarukan. Namun, pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi dengan para investor.
“Kami menyambut baik kehadiran PT Hankyu Hanshin di Sumut. Harapannya, investasi yang telah ada dapat terus dikembangkan, tidak hanya di sektor properti dan residensial, tetapi juga sektor lainnya,” tambahnya.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumut Nurbaiti Harahap mengungkapkan, saat ini investasi di Sumatera Utara masih didominasi oleh investor asal Malaysia dan Singapura. Oleh karena itu, pihaknya berharap investor Jepang dapat memperluas investasi, khususnya di sektor industri.
“Di KEK Sei Mangkei saat ini sudah terdapat 25 perusahaan. Unilever menjadi investor terbesar, dan direncanakan ada dua perusahaan Jepang yang juga akan bergabung dan saat ini dalam tahap pembangunan,” jelasnya.
Selain sektor industri, peluang investasi juga terbuka pada pengembangan transportasi massal, khususnya proyek Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah dikembangkan di Sumatera Utara.
Sementara itu, President Director PT Hankyu Hanshin Takeda Takashi menyampaikan bahwa pihaknya selama ini berinvestasi di kota-kota dengan potensi pertumbuhan tinggi, terutama di sektor properti dan residensial.
“Di Jepang, perusahaan kami awalnya bergerak di sektor transportasi seperti BRT dan LRT. Pengembangan transportasi biasanya terintegrasi dengan terminal, pusat perbelanjaan, serta kawasan hunian,” ujarnya.
Ia menambahkan, PT Hankyu Hanshin saat ini memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen berada di Indonesia, dengan total nilai mencapai hampir Rp15 T.
Di Indonesia, perusahaan tersebut telah berinvestasi pada sejumlah proyek properti premium dan komersial, seperti Central Park Mall dan Neo Soho Mall di Jakarta, serta kawasan residensial di BSD dan Sentul. Di Medan, investasi juga dilakukan melalui proyek Deli Park dan Podomoro.
Dilansir dari laman Sumutprov, pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Sumut Brigjen TNI Muhammad Nasrulloh Nasution, Vice President PT Hankyu Hanshin Properties Indonesia Arnes Lukman, Vice President Director PT Central Park Assets Indonesia Ueda Yuji, anggota Kadin Sumut Iwan Habib Nasution, Kepala Biro Perekonomian Sumut Poppy Marulita Hutagalung, serta jajaran pimpinan PT Hankyu Hanshin lainnya.
Melalui penjajakan kerja sama ini, Pemprov Sumut berharap investasi dari Jepang dapat semakin meningkat, sehingga mampu mempercepat pembangunan infrastruktur, memperluas lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan. (R)