Medan (buseronline.com) - Piala Gubernur Sumatera Utara (Sumut) 2025/2026 mencetak sejarah sebagai ajang Liga 4 pertama di Indonesia yang menggunakan operator swasta dalam penyelenggaraannya.Skema ini diharapkan mampu mendorong kompetisi menjadi lebih profesional dan berkualitas. Selama ini, Liga 4 di berbagai daerah, termasuk Sumut, diselenggarakan langsung oleh PSSI.Pola tersebut dinilai belum sepenuhnya mendorong kemandirian klub, bahkan kerap membebani peserta karena harus ikut mempersiapkan pertandingan, termasuk penyediaan lapangan.Gubernur Sumut Bobby Nasution mengatakan perubahan skema ini menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas sepak bola di daerah.“Dengan pengemasan yang baru kita harapkan bisa menghasilkan kualitas baik pemain, pelatih, wasit, semua bisa berkembang dan masuk ke tingkat yang lebih profesional,” ujar Bobby usai membuka Liga 4 Sumut di Lapangan Yon Zipur I/DD, Helvetia, Medan, Kamis.Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sportivitas selama kompetisi berlangsung. Bobby berharap Liga 4 Sumut tidak diwarnai insiden negatif seperti yang terjadi di sejumlah daerah lain.“Saya titip kita semua agar Liga 4 wilayah Sumut tidak viral karena hal yang tidak baik, seperti pertandingan yang diwarnai aksi kekerasan,” katanya.Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Asprov PSSI Sumut Arya Sinulingga melaporkan sebanyak 17 klub ambil bagian dalam kompetisi ini dengan total 50 pertandingan.Seluruh laga akan digelar di tiga venue, yakni Lapangan Yon Zipur I/DD, Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Medan (Unimed), dan Lapangan Cadika. Menurut Arya, penggunaan operator swasta juga berdampak pada efisiensi biaya bagi peserta.“Ini kompetisi Liga 4 paling murah. Biasanya klub harus mengeluarkan biaya untuk pertandingan, menyewa lapangan, sekarang semuanya sudah disiapkan. PSSI tidak ikut campur langsung, hanya fokus pada regulasi,” jelasnya.Pembukaan Piala Gubernur Sumut Liga 4 turut dihadiri Letkol Czi Andri Prasetyo Wibowo, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Kadispora Sumut Mahfullah Pratama Daulay, serta sejumlah tokoh olahraga dan pimpinan OPD terkait. (P3)
Editor
: Nicolas Simanjuntak