Medan (buseronline.com) - Universitas Sumatera Utara (USU) memasuki fase baru dalam perjalanan pengembangannya sebagai salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia bagian barat.Setelah beberapa tahun menjalani proses transformasi kelembagaan, universitas tersebut kini menatap tahap yang lebih ambisius, yakni penguatan keunggulan akademik dan reputasi di tingkat global.Perubahan fase tersebut ditandai dengan peluncuran tagline baru universitas, “The Era of Ultimate Excellence.” Slogan ini menggantikan narasi sebelumnya, “Transformation Towards the Ultimate,” yang selama beberapa tahun terakhir menjadi simbol proses perubahan institusional di USU, Kamis.Di bawah kepemimpinan Rektor Muryanto Amin, pergantian tagline tersebut tidak sekadar perubahan slogan, melainkan mencerminkan pergeseran fase dari transformasi menuju konsolidasi serta penguatan kualitas akademik.Langkah tersebut diperkuat melalui peluncuran Program Kerja Prioritas Universitas Sumatera Utara 2026–2031, sebuah dokumen strategis yang memetakan arah pengembangan universitas dalam lima tahun ke depan.Dokumen tersebut memuat peta jalan yang komprehensif, mulai dari reformasi sistem pembelajaran, akselerasi riset dan inovasi, penguatan kolaborasi industri, hingga peningkatan kemandirian finansial universitas.Selama beberapa tahun terakhir, USU telah melakukan berbagai pembenahan kelembagaan, termasuk transformasi tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta perluasan jejaring internasional. Melalui slogan baru tersebut, universitas menegaskan bahwa tahap transformasi kini memasuki fase pembuktian melalui pencapaian keunggulan nyata.Salah satu indikator utama yang menjadi perhatian universitas adalah produktivitas riset dan publikasi ilmiah internasional. Berdasarkan dokumen program kerja prioritas universitas, jumlah publikasi internasional USU pada 2025 tercatat sekitar 1.473 artikel. Pada 2026, universitas menargetkan peningkatan hingga 2.000 publikasi internasional.Tidak hanya menekankan jumlah, USU juga menargetkan peningkatan kualitas publikasi. Proporsi artikel pada jurnal bereputasi tinggi kategori Q1 ditargetkan meningkat dari 23,35 persen menjadi 27,68 persen.Peningkatan kualitas dan kuantitas riset tersebut diharapkan berdampak pada posisi universitas dalam pemeringkatan global. Saat ini USU berada pada kisaran 1001–1200 dalam QS World University Rankings, dan menargetkan peningkatan ke posisi 951–1000 dunia pada 2026. Dalam proyeksi jangka menengah, universitas bahkan menargetkan lonjakan hingga sekitar 300 peringkat global pada tahun 2030.Transformasi USU juga diarahkan pada perbaikan sistem pembelajaran mahasiswa. Evaluasi internal menunjukkan tingkat kelulusan tepat waktu mahasiswa sarjana masih berada di kisaran 47 persen, sehingga universitas meluncurkan sejumlah inovasi pembelajaran untuk mengatasi tantangan tersebut.Beberapa program inovatif yang diluncurkan antara lain Supervision Acceleration and Monitoring System (SAMS), sebuah sistem pengawasan akademik yang dirancang untuk mempercepat penyelesaian skripsi mahasiswa melalui deteksi dini stagnasi akademik.Selain itu, terdapat Industry Linkage and Career Acceleration Program (ILCAP) yang bertujuan memperkuat hubungan antara mahasiswa dan dunia kerja melalui peningkatan kerja sama industri, program magang, serta peluang rekrutmen bagi lulusan.USU juga memperkenalkan program Student Research and Publication Booster (STUREP) untuk mendorong mahasiswa berkontribusi dalam publikasi ilmiah internasional. Universitas menargetkan kontribusi publikasi mahasiswa meningkat secara signifikan dalam total publikasi institusi dalam beberapa tahun mendatang.Sementara itu, melalui program International Mobility and Global Exposure (IMOGEX), universitas berupaya memperluas mobilitas internasional mahasiswa melalui pertukaran pelajar, riset kolaboratif, serta program dual degree dengan perguruan tinggi luar negeri.Tidak hanya fokus pada pendidikan, USU juga menempatkan riset berdampak sebagai prioritas utama. Universitas mendorong agar penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan industri.Dalam program kerja prioritasnya, universitas menargetkan produksi 20 buku akademik hasil kerja sama dengan mitra industri atau lembaga eksternal pada 2026. Selain itu, USU juga menargetkan penyusunan 20 studi kasus industri sebagai bahan pembelajaran di kelas.Universitas juga memperkuat produksi paten dan hak kekayaan intelektual (HKI) dengan target awal minimal lima paten atau HKI terdaftar pada 2026 sebagai bagian dari upaya komersialisasi inovasi kampus.Perubahan penting lainnya adalah upaya peningkatan kemandirian finansial universitas. Sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH), USU memiliki tanggung jawab untuk mengelola sumber daya secara lebih mandiri.Saat ini pendapatan non-APBN USU masih berada pada kisaran 7,66 persen dari total pendapatan universitas. Melalui berbagai strategi pengembangan unit usaha, universitas menargetkan peningkatan hingga 35 persen dalam beberapa tahun ke depan.Untuk mencapai target tersebut, sejumlah fasilitas universitas akan dikembangkan menjadi unit usaha profesional, antara lain rumah sakit universitas, pusat bahasa, laboratorium terpadu, layanan konsultasi industri, serta pengembangan agribisnis melalui kebun percobaan universitas.Strategi ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap uang kuliah mahasiswa sekaligus memperluas kontribusi universitas bagi masyarakat.Transformasi menuju universitas berkelas dunia, menurut pimpinan universitas, tidak hanya membutuhkan strategi yang jelas tetapi juga konsistensi pelaksanaan. Budaya akademik yang produktif, kolaborasi lintas disiplin, serta keterbukaan terhadap perubahan menjadi faktor penting dalam keberhasilan agenda tersebut.Bagi USU, slogan “The Era of Ultimate Excellence” bukan sekadar tagline, melainkan komitmen untuk menjadikan universitas sebagai pusat produksi pengetahuan, inovasi, serta solusi bagi masyarakat.Dengan fondasi transformasi yang telah dibangun dalam beberapa tahun terakhir, USU kini memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di tingkat nasional maupun global. (RP)
Editor
: GY Simanjuntak MSi