Taput (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa menjaga dan melestarikan lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Penegasan tersebut disampaikannya saat mengikuti kegiatan penanaman satu juta pohon bersama Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia, Hashim Djojohadikusumo, di Kompleks Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Minggu.
Kegiatan penanaman pohon tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional pelestarian lingkungan sekaligus upaya mitigasi bencana di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata.
Gubernur Bobby Nasution menilai, gerakan menjaga alam harus dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan, melibatkan seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
“Dengan menjaga solidaritas, semua elemen perlu menjaga dan mencintai alam. Bukan hanya lapisan terbawah, bukan hanya lapisan atas, tetapi semua lapisan masyarakat dan organisasi harus memiliki gerakan bersama untuk menjaga alam,” ujar Bobby.
Usai kegiatan penanaman pohon, Gubernur Bobby Nasution bersama Hashim Djojohadikusumo menghadiri dialog kebangsaan yang digelar di Gedung Raja Pontas Lumban Tobing, Kompleks Kantor Pusat HKBP, Tarutung, Tapanuli Utara.
Dalam forum tersebut, Bobby kembali menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ia juga menyampaikan bahwa seluruh kepala daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sumatera Utara berada dalam satu barisan dan siap menjalankan program-program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, termasuk program pelestarian lingkungan hidup.
“Bencana yang terjadi belakangan ini menjadi pelajaran besar bagi kita semua. Bukan hanya soal penanganan pascabencana, tetapi bagaimana bencana alam bisa kita antisipasi dengan cara menjaga alam sejak dini,” tegasnya.
Sementara itu, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Utusan Khusus Presiden Hashim Djojohadikusumo mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan upaya mitigasi bencana sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim.
Menurutnya, bencana alam berpotensi terus terjadi di masa mendatang, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
“Bencana alam pasti akan terus terjadi di masa depan akibat perubahan iklim. Yang harus kita lakukan adalah mempersiapkan diri agar dampaknya bisa diminimalkan. Apa yang dialami Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat menjadi pembelajaran bagi seluruh Indonesia,” ujar Hashim.
Selain mitigasi bencana, Hashim juga menekankan pentingnya menjaga ketahanan nasional melalui kesiapan stok pangan dan penguatan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh.
“Ini adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Kehutanan Rokhmat Marzuki, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Ephorus HKBP Pdt Dr Viktor Tinambunan, serta para bupati dan wali kota se-Sumatera Utara. (R)