Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan guna meningkatkan pengawasan peredaran obat dan makanan di wilayah Sumut. BBPOM diharapkan mampu berperan sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat dari produk yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, dengan Kepala BBPOM Medan, Mojaza Sirait, yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Selasa.
Dalam pertemuan tersebut, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Sulaiman menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap peredaran obat, khususnya penggunaan antibiotik yang harus berdasarkan resep dokter. Menurutnya, penertiban penggunaan obat merupakan langkah krusial demi keselamatan masyarakat, meskipun berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi sebagian pihak.
“Semua obat memang harus ada resep dari dokter. Saya pikir penertiban harus dimulai dari sekarang. Meskipun ketertiban itu mungkin membuat sebagian orang tidak nyaman, ini adalah langkah yang baik demi keselamatan masyarakat,” ujar Sulaiman.
Selain itu, Sulaiman juga menyoroti pesatnya pertumbuhan industri rumahan yang memproduksi obat dan kosmetik kecantikan. Ia mendorong BBPOM untuk lebih sigap dan inovatif dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan zat kimia berbahaya pada produk-produk tersebut guna mencegah risiko kesehatan bagi konsumen.
Perhatian khusus juga diberikan terhadap maraknya penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan generasi muda. Pemprov Sumut menilai perlunya pengawasan ketat terhadap peredaran liquid vape untuk mencegah penyalahgunaan narkotika dan zat berbahaya lainnya.
“Yang saya khawatirkan adalah penyalahgunaan narkoba dalam konsumsi vape tersebut. Kita harus memberikan perlindungan bagi masyarakat melalui sinergitas informasi dan kolaborasi antara Pemprov, Dinas Kesehatan, dan BPOM,” tegasnya.
Bahkan, Sulaiman menyarankan dilakukannya razia gabungan bersama Dinas Kesehatan dan instansi terkait, terutama menjelang hari besar keagamaan, guna menjamin keamanan pangan dan obat-obatan yang dikonsumsi masyarakat.
“Harapan ke depan, BPOM benar-benar menjadi garda terdepan dalam pengawasan obat dan makanan di Sumatera Utara,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BBPOM di Medan, Mojaza Sirait, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengawal program pengawasan obat dan makanan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Salah satu fokus utama BBPOM tahun ini adalah pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar pelaksanaannya memenuhi standar keamanan pangan.
Mojaza juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Pemprov Sumut dalam memberikan imbauan kepada apoteker dan tenaga medis agar penggunaan antibiotik dilakukan secara proporsional dan tidak berlebihan.
Selain itu, BBPOM mendorong sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk memperketat pengawasan peredaran bahan baku obat dan komoditas tertentu, seperti cengkeh, baik untuk kebutuhan ekspor maupun impor. BBPOM juga berharap dapat dilibatkan dalam rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna memberikan kontribusi dari sisi pengawasan distribusi barang.
Melalui penguatan sinergi ini, Pemprov Sumut dan BBPOM berkomitmen meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus memastikan peredaran obat dan makanan di Sumatera Utara berlangsung aman, bermutu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (R)