Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Perbaikan 5 Sungai di Taput Senilai Rp200 M, Hasil Sinergi Pemkab dan Kementerian PU

Dirgahayu Ginting - Rabu, 07 Januari 2026 06:25 WIB
Sesuai pertemuan Bupati Taput JTP Hutabarat foto bersama dengan Kepala BBWS Sumatera II Medan Feriyanto Pawenrusi dengan didampingi para staf.
Tarutung (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menjalin sinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memperbaiki lima sungai terdampak bencana hidrometeorologi dengan anggaran mencapai Rp200 M.Langkah ini diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat secara berkelanjutan.Rencana pembangunan lima sungai tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan, Feriyanto Pawenrusi, dalam pertemuan dengan Bupati Tapanuli Utara, Dr Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat SSi MSi (JTP), di Aula Martabe, Kantor Bupati Taput, Selasa (6/1/2026). Pertemuan tersebut turut dihadiri staf perangkat teknis dari kedua instansi.Bupati JTP menjelaskan bahwa Pemkab Taput saat ini telah memasuki tahap transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana. Pemerintah daerah sebelumnya telah membangun hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak, dan saat ini fokus diarahkan pada perbaikan sungai-sungai yang terdampak.“Ke-5 sungai yang menjadi prioritas penanganan antara lain Sungai Aek Sigeaon, Aek Haidupan, Batang Toru, Siandurian, dan Aek Sarulla. Sungai-sungai ini memiliki peran vital bagi kehidupan masyarakat dan harus segera ditangani,” kata Bupati.Selain perbaikan sungai, Bupati juga menekankan kebutuhan pengamanan dan perbaikan air baku untuk memastikan ketersediaan air minum, khususnya di wilayah Pahae dan Adian Koting. Ia menyebut penyamaan persepsi dan validasi data bersama Kementerian PU dan BBWS Sumatera II menjadi langkah krusial agar penanganan dapat tepat sasaran.“Melalui diskusi bersama Kepala Balai dan tim, termasuk Inspektorat Kementerian PU, kita telah menyepakati data yang sama sebagai dasar langkah ke depan. Pemerintah ingin memastikan penanganan dilakukan cepat, tepat, dan akuntabel, sehingga kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar JTP.Bupati menambahkan, perbaikan sungai ini didukung anggaran sekitar Rp200 M, difokuskan untuk perbaikan alur dan pengamanan sungai. Ia berharap proses perbaikan berjalan lancar dan bencana serupa tidak terulang di masa depan.Sementara itu, Kepala BBWS Sumatera II, Feriyanto Pawenrusi, menjelaskan bahwa penanganan pascabencana masih berada pada masa tanggap darurat, yang nantinya akan dilanjutkan dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon). Tahap rehab-rekon diperkirakan berlangsung satu hingga dua tahun, sementara tanggap darurat membutuhkan penanganan cepat tiga hingga enam bulan.“Penanganan sungai tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena panjang alur sungai dan kompleksitas permasalahan di lapangan. Lima sungai yang disampaikan Bupati menjadi prioritas utama dan akan segera kami tangani,” jelas Feriyanto.“Melalui sinergi antara Pemkab Taput dan Kementerian PU, diharapkan proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi dapat berjalan optimal, sehingga aktivitas sosial, ekonomi, dan pertanian masyarakat dapat kembali pulih secara berkelanjutan, pungkas Feriyanto”. (Galung)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Mentan Dorong Konsumsi Telur dan Ayam dalam Program MBG Tiga Kali Sepekan

Sumatera Utara

WIITEX 2026 Siap Digelar, Jabar Bidik Perluasan Pasar Ekspor Teh, Kopi, dan Kakao

Sumatera Utara

Wakapolri Tinjau Daycare SSDM Polri, Perkuat Dukungan bagi Keluarga Personel

Sumatera Utara

Pemprov Sumut Bentuk 6.110 Posbankum, Perkuat Akses Bantuan Hukum hingga Desa dan Kelurahan

Sumatera Utara

Presiden Prabowo: Kekayaan Alam Harus Dikelola untuk Kemakmuran Rakyat

Sumatera Utara

Ekonomi Bandung Tumbuh 5,76 Persen, Wali Kota Farhan Ingatkan Ancaman Inflasi