Tapanuli Selatan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) akan meringankan beban biaya pendidikan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution memastikan perluasan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) tahap pertama serta pemberian relaksasi biaya kuliah bagi keluarga korban bencana.Kebijakan tersebut diambil menyusul dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat bencana alam di sejumlah wilayah Sumut, seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, Langkat, dan Tapanuli Utara. Banyak warga kehilangan mata pencaharian sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.“Untuk SMA, SMK, dan SLB negeri, tahun depan kita memang prioritaskan Kepulauan Nias. Namun karena daerah seperti Tapsel, Tapteng, Sibolga, Langkat, dan Taput terdampak bencana, maka akan kita gratiskan juga pada 2026,” ujar Bobby Nasution usai menghadiri perayaan Natal di Desa Simataniari, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu.Selain pendidikan menengah, Pemprov Sumut juga memberikan perhatian kepada mahasiswa dari keluarga terdampak bencana. Pemerintah akan membantu meringankan biaya kuliah, mengingat banyak orang tua mahasiswa kehilangan sumber penghasilan akibat banjir dan longsor.“Bukan hanya sekolah, kami juga akan membantu biaya pendidikan bagi orang tua yang anaknya sedang kuliah, karena banyak yang kehilangan mata pencaharian,” jelasnya.Dalam kesempatan tersebut, Bobby Nasution juga meninjau Gereja GEPKIN dan Gereja GKPA Huta Godang yang terdampak bencana. Ia memastikan pemerintah pusat dan daerah akan bergotong royong melakukan pemulihan, baik terhadap rumah warga, lahan pertanian, fasilitas ibadah, sekolah, maupun fasilitas umum lainnya.“Rumah yang rusak ringan, sedang, berat, hingga hilang akan diperbaiki oleh pemerintah pusat. Sawah dan kebun yang rusak juga akan kita pulihkan, mulai dari bibit hingga pengolahan lahan. Gereja, sekolah, dan fasilitas umum lainnya juga akan kita bantu. Semua bertahap, mohon masyarakat bersabar,” kata Bobby.Saat ini, proses pemulihan pascabencana masih terus berlangsung. Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor serta memperbaiki akses jalan yang terputus.Dilansir dari laman Diskominfo Sumut, Bobby Nasution berharap seluruh wilayah terdampak dapat segera pulih dan masyarakat kembali menjalani aktivitas secara normal.“Kita berdoa agar Sumut cepat pulih, semakin kuat menghadapi bencana, dan Natal tahun depan bisa dirayakan dengan lebih baik dan penuh sukacita,” ujarnya.Sementara itu, salah seorang warga Desa Simataniari, Intan, berharap akses jalan menuju Dusun Pasir Bidang segera dibuka agar warga bisa kembali ke kampung halaman untuk merayakan Tahun Baru.Menanggapi hal tersebut, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyatakan pihaknya akan segera menurunkan tim teknis untuk meninjau kondisi lapangan dan mengupayakan perbaikan akses jalan secepatnya.“Kami akan segera menurunkan tim teknis ke lokasi dan mengupayakan perbaikan akses jalan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas,” ujar Gus Irawan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi