Medan (buseronline.com) - Kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan, tanggung jawab, serta kesediaan untuk terus belajar, termasuk dari kegagalan. Nilai-nilai tersebut menjadi prinsip yang dipegang Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.Hal itu disampaikan Rico Waas saat menerima wawancara tokoh bersama pelajar SMA Taruna Nusantara Cimahi, Qaisra Kinor Putri Zamani, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin.Wawancara tersebut membahas perjalanan hidup, nilai kepemimpinan, serta peran generasi muda dalam membangun masa depan bangsa.Dalam perbincangan tersebut, Rico Waas mengisahkan perjalanan hidupnya yang berawal dari Kota Medan, tempat ia lahir dan dibesarkan. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Medan, sebelum melanjutkan studi ke Jakarta. Menurutnya, latar belakang pendidikan dan lingkungan tempat tumbuh kembangnya membentuk karakter serta kepekaan sosial terhadap masyarakat.Setelah menyelesaikan pendidikan pada 2011, Rico Waas memilih jalur profesional sebagai pengusaha. Ia membangun usaha secara mandiri dari dunia kreatif dan desain, jauh dari dunia politik.“Saya membuka usaha sendiri, tidak ada hubungannya dengan politik. Saya desainer dan membangun usaha keluarga di Medan,” ujarnya.Keterlibatan di dunia politik datang kemudian. Pada 2020, Rico Waas mulai aktif di partai politik dan mempelajari tata kelola pemerintahan. Ia menilai partai politik memiliki peran strategis sebagai sarana penyalur aspirasi masyarakat sekaligus pengontrol kebijakan eksekutif agar tetap berpihak pada kepentingan publik.Pada Pemilu 2024, Rico Waas maju sebagai calon legislatif di daerah pemilihan Deliserdang. Meski hasilnya belum sesuai harapan, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran penting dalam perjalanan politiknya. Dari proses itu, ia kemudian dipercaya melangkah lebih jauh sebagai calon kepala daerah dan akhirnya mengemban amanah sebagai Wali Kota Medan.Menjawab pertanyaan terkait tantangan kepemimpinan, Rico Waas menekankan bahwa memimpin Kota Medan berarti mengelola keberagaman dan kompleksitas persoalan perkotaan.“Masyarakat Medan sangat beragam. Tantangannya adalah bagaimana menghadirkan keadilan untuk semua,” katanya.Ia mengakui, tidak setiap kebijakan yang diambil akan diterima oleh seluruh pihak. Namun, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika kepemimpinan yang harus dihadapi dengan keterbukaan dan tanggung jawab.“Kadang kebijakan kita tidak disetujui, dan itu bagian dari tantangan,” ujarnya.Rico Waas menegaskan bahwa jabatan bukanlah tujuan utama, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.“Perjalanan hidup pasti berakhir. Yang kita pertanggungjawabkan bukan jabatan, tetapi tanggung jawab kita kepada bangsa dan kepada Tuhan,” tegasnya.Kepada generasi muda, Rico Waas menyampaikan harapan besar agar mereka tumbuh menjadi pemimpin yang berintegritas dan mampu memberi teladan bagi lingkungannya.“Generasi muda adalah pemimpin masa depan. Jika pemimpinnya memberi contoh yang baik, maka masa depan Indonesia akan baik,” ucapnya.Ia mendorong anak muda Indonesia untuk terus mengembangkan diri secara produktif dan berpikiran maju, serta berperan aktif dalam pengembangan riset, teknologi, pariwisata, dan pembangunan nasional.Rico Waas juga menilai kedisiplinan, seperti yang diterapkan di SMA Taruna Nusantara, sebagai fondasi penting dalam membentuk karakter pemimpin.“Anak-anak yang disiplin memiliki potensi luar biasa. Mudah-mudahan mereka menjadi kebanggaan Indonesia,” pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi