Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keteladanan merupakan kunci utama dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan.Hal tersebut disampaikannya saat membuka Webinar Antikorupsi yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Medan, di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin.Webinar yang digelar dalam rangka peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025 itu mengusung tema “Sikap Antikorupsi sebagai Inovasi Mempersiapkan Kesuksesan Generasi Muda 2045”.Rico Waas menilai masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh integritas para pemimpin dan aparatur saat ini.“Jika kita ingin melihat wajah Indonesia 2045, maka lihatlah generasi muda hari ini. Namun, generasi muda tidak akan tumbuh baik tanpa contoh yang baik dari para pemimpin,” tegasnya.Rico Waas menyebut korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi perbuatan yang merusak sistem pemerintahan, menghancurkan kepercayaan publik, serta mengancam masa depan bangsa.Ia mengingatkan bahwa budaya korupsi kerap bermula dari hal-hal kecil yang dianggap sepele dan kemudian dinormalisasi.“Korupsi sering berawal dari rasa tidak cukup dan pembenaran terhadap penyimpangan kecil. Padahal, jabatan hanyalah amanah dan bersifat sementara,” ujarnya.Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem pemerintahan yang transparan dan berbasis inovasi teknologi untuk menutup celah penyalahgunaan wewenang. Namun, menurutnya, sistem yang baik harus diiringi dengan karakter dan niat yang benar.“Sekecil apa pun penyalahgunaan, termasuk manipulasi absensi, merupakan awal dari budaya korupsi,” ungkap Rico Waas.Dalam kesempatan tersebut, Rico Waas mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi memperkuat integritas pemerintahan, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.Webinar Antikorupsi ini menghadirkan narasumber Kepala Satgas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK RI Yulianto Sapto serta Penyuluh Antikorupsi IKA Undip Muhib Harahap.Kegiatan ini diikuti jajaran perangkat daerah, camat, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kota Medan. (P3)