Medan (buseronline.com) - Perayaan Natal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara Tahun 2025 berlangsung khidmat dan penuh sukacita di Hotel Danau Toba Internasional, Jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus, anggota PWI Sumut, serta sejumlah tokoh masyarakat dan undangan.Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt Dr Esthomihi Hutagalung dengan mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24) dan subtema “Bersama Kristus, Wartawan Mewartakan Kabar Baik dari dan untuk Keluarga”.Dalam khotbahnya, Pdt Esthomihi Hutagalung menegaskan bahwa setiap orang dan setiap keluarga, baik miskin maupun kaya, tidak pernah lepas dari persoalan hidup. Namun, kasih dan damai Tuhan mampu mengubah setiap pergumulan menjadi sukacita.Ia mengajak insan pers untuk senantiasa membawa kabar baik, tidak hanya melalui pemberitaan, tetapi juga dalam kehidupan keluarga dan keseharian. Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis sebagai pembawa pesan damai dan pengharapan di tengah masyarakat.Ketua PWI Sumut, H Farianda Putra Sinik SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia dan pengurus yang telah bekerja keras sehingga perayaan Natal PWI Sumut 2025 dapat terlaksana dengan baik dan dihadiri banyak peserta.“Melalui perayaan Natal ini, mari kita saling menyejukkan. Jangan membeda-bedakan satu dengan yang lain, tetapi bangunlah keakraban dan kebersamaan dengan kasih persaudaraan,” ujar Farianda.Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dalam sambutannya yang disampaikan melalui Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Dr Agustinus Panjaitan, menekankan pentingnya integritas dan independensi pers di tengah derasnya arus informasi dan tantangan disrupsi digital.Gubernur menyebut pers memiliki peran strategis dalam membangun optimisme publik, menyampaikan fakta, sekaligus menjadi pengingat agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berpihak pada kepentingan rakyat.“Pers yang berimbang dan bertanggung jawab turut membangun optimisme, menyampaikan fakta, dan menjadi pengingat agar penyelenggaraan pemerintahan tetap berpihak pada rakyat,” ujar Gubernur.Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi landasan utama dalam setiap pemberitaan. Di tengah tantangan era digital, berita yang objektif dan edukatif dinilai mampu membantu masyarakat memahami persoalan secara jernih serta memperkuat demokrasi yang sehat dan transparan.Selain itu, Gubernur mengajak insan pers untuk turut peduli terhadap masyarakat yang terdampak bencana di Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumut, kata dia, terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam penyaluran bantuan darurat, logistik, serta upaya pemulihan pascabencana.Menurutnya, pers bukan hanya mitra pemerintah, melainkan bagian penting dari ekosistem pembangunan daerah. Dengan profesionalisme dan tanggung jawab, wartawan diharapkan mampu menghadirkan informasi yang menyejukkan, mencerahkan, dan berdampak positif bagi masyarakat.Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan MM, turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap insan pers. Ia menilai wartawan memiliki kepedulian sosial yang tinggi meskipun harus bekerja hingga larut malam demi menjalankan tugas profesional dan tanggung jawab terhadap keluarga.“Anak-anak wartawan terbukti berhasil dan berprestasi. Tidak ada anak wartawan yang terlibat narkoba, begal motor, atau perbuatan negatif lainnya. Setiap tahun Natal dilaksanakan, semoga wartawan semakin baik dan berkat Tuhan semakin melimpah,” ungkapnya.Sebelumnya, Ketua Panitia Natal PWI Sumut 2025, Charles Daulay, mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur dan undangan yang hadir. Ia berharap PWI Sumut ke depan semakin maju, solid, dan kompak.Rangkaian ibadah Natal diisi dengan puji-pujian, liturgi, koor, vokal grup, penampilan solo, penyalaan lilin, doa syafaat, paduan suara panitia, serta pemberian tali kasih kepada keluarga wartawan. Panitia juga berbagi kasih kepada keluarga wartawan yang telah meninggal dunia.Selain Ketua PWI Sumut dan perwakilan Gubernur Sumut, acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Parlindungan Purba dan Jadi Pane, serta para undangan lainnya. Penampilan Sumuang Nababan selaku protokol dengan gaya khasnya turut menghibur para hadirin.Perayaan Natal PWI Sumut 2025 ditutup dengan doa, ramah tamah, serta pengundian lucky draw, sekaligus menjadi momentum refleksi bagi insan pers untuk terus meneguhkan integritas, menjaga independensi, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap karya jurnalistik. (Galung)