Aceh Tamiang (buseronline.com) - Manajemen RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang memastikan ketersediaan obat-obatan untuk pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan poliklinik darurat dalam kondisi aman dan mencukupi, meski sebagian besar stok farmasi sebelumnya rusak akibat terendam banjir dan lumpur.Pelaksana pelayanan dari RS Kemenkes Adam Malik, dr Ade Rachmat Yudiyanto SpA(K), mengatakan kurang dari 10 persen obat lama yang masih dapat diselamatkan. Namun, demi menjamin keselamatan pasien, obat-obatan tersebut tidak digunakan karena berisiko terkontaminasi.“Daripada berisiko, lebih baik dibuang. Kita hanya menggunakan obat yang benar-benar aman untuk pasien,” ujar dr Ade, Rabu (10/12/2025).Untuk memenuhi kebutuhan layanan, RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang mendapat dukungan cepat dari berbagai pihak, di antaranya RS Kemenkes Adam Malik, tim medis Universitas Indonesia (UI), serta Perhimpunan Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi Indonesia (PABOI). Bantuan yang diberikan mencakup obat-obatan untuk penanganan infeksi, analgesik, obat kulit, hingga perbekalan medis dasar yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan pascabanjir.Seluruh bantuan obat tersebut langsung diinventarisasi oleh tim farmasi rumah sakit dan didistribusikan ke unit-unit prioritas, seperti IGD, poli darurat, serta perawatan inap darurat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan medis dapat berjalan tanpa hambatan di tengah kondisi pemulihan fasilitas rumah sakit.Menurut dr Ade, aliran bantuan datang relatif cepat karena banyak pihak memahami kondisi RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang yang kehilangan hampir seluruh fasilitas farmasi akibat bencana banjir.“Dengan pasokan yang tersedia saat ini, pelayanan IGD, perawatan inap darurat, dan poli dapat berjalan tanpa gangguan. Pada hari pertama pelayanan kembali dibuka, tidak ada kasus yang tertunda akibat kekurangan obat,” tuturnya.Ia menambahkan, meski ketersediaan obat saat ini bahkan melebihi kebutuhan awal, pengelolaan tetap dilakukan secara ketat mengingat situasi darurat masih berlangsung. Pihak rumah sakit juga telah menata ruang penyimpanan obat sementara agar distribusi berjalan lebih cepat, aman, dan terhindar dari sisa lumpur banjir.Manajemen RSUD Muda Sedia Aceh Tamiang menegaskan akan terus memantau stok obat dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak banjir tetap optimal hingga kondisi rumah sakit sepenuhnya pulih. (R)