Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong para guru untuk mampu menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan pendekatan emosional dalam proses pembelajaran.Menurutnya, kemajuan teknologi di dunia pendidikan harus tetap diiringi dengan penguatan peran guru sebagai pendidik karakter dan figur pengganti orang tua di sekolah.Hal tersebut disampaikan Rico Waas saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sekaligus perkenalan Pengurus PGRI Kota Medan Masa Bakti XXIII Periode 2025–2030 di Auditorium Universitas Negeri Medan (Unimed), Sabtu. Kehadiran Wali Kota Medan disambut dengan iringan musik tradisional Gordang Sambilan yang menambah khidmat suasana acara.Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa kemajuan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence), tidak dapat menggantikan peran guru dalam membentuk karakter dan kepribadian peserta didik.“Peserta didik adalah manusia, bukan robot. Guru adalah figur pengganti orang tua di sekolah. Karena itu, pendekatan emosional dan komunikasi langsung harus tetap dibangun,” tegas Rico Waas.Ia menjelaskan, dunia pendidikan saat ini telah mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa lalu. Penilaian terhadap peserta didik tidak lagi hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mencakup minat, bakat, kompetensi, serta kondisi mental. Metode pembelajaran pun terus berkembang mengikuti tuntutan zaman dan kemajuan teknologi.Seiring pesatnya perkembangan tersebut, Rico Waas menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Medan telah mulai menerapkan pembelajaran berbasis digital di sejumlah sekolah. Salah satunya melalui peluncuran kelas digital di SMP Negeri 11 Medan dan beberapa sekolah lainnya, dengan pemanfaatan smart class, smartboard, serta perangkat digital pendukung pembelajaran.“Pemanfaatan teknologi ini kita dorong agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan bagi siswa,” ujarnya.Meski demikian, Rico Waas mengingatkan agar penggunaan teknologi dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan ketergantungan, khususnya bagi anak-anak. Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai di rumah agar komunikasi langsung dan interaksi sosial dalam keluarga tetap terjaga.“Jangan sampai dalam satu rumah, anggota keluarga hanya berkomunikasi melalui ponsel padahal berada di ruangan yang sama. Pendidikan karakter harus dibangun melalui sinergi antara sekolah dan keluarga,” katanya.Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Medan secara simbolis menyerahkan penghargaan kepada 146 guru yang memasuki masa purnabakti sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian mereka di dunia pendidikan. Selain itu, Rico Waas juga menyerahkan bantuan kepada guru-guru yang terdampak bencana banjir sebagai wujud kepedulian dan solidaritas Pemerintah Kota Medan.Sementara itu, Ketua PGRI Kota Medan Periode 2025–2030, Andi Yudhistira, menyampaikan bahwa PGRI akan memperkuat peran organisasi tidak hanya sebagai wadah profesi dan perjuangan guru, tetapi juga sebagai motor pengembangan kompetensi pendidik, khususnya dalam menghadapi era digitalisasi pendidikan.“Penguatan kapasitas dan kompetensi guru akan menjadi prioritas utama PGRI Kota Medan lima tahun ke depan. Hal ini penting agar kualitas pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya.Ia menambahkan, peningkatan kualitas guru harus berjalan seiring dengan perubahan sistem pembelajaran guna mendukung terwujudnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.Peringatan HUT ke-80 PGRI Kota Medan ini berlangsung penuh khidmat dan menjadi momentum penguatan komitmen bersama dalam memajukan dunia pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan dan profesionalisme guru di Kota Medan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi