Medan (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Surya menegaskan bahwa perekonomian Sumut semakin kuat dan menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hal itu ia sampaikan saat membuka Bisnis Indonesia Group (BIG) Conference 2025 yang berlangsung di Hotel Santika, Medan, Senin.Dalam sambutannya, Surya memaparkan bahwa kinerja ekonomi Sumut pada triwulan III-2025 mengalami peningkatan signifikan.“Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi kita tumbuh 4,55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan PDRB mencapai Rp315,56 T,” ujar Surya.Dari sisi produksi, sektor real estate mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 10,69%. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh 9,05%, menunjukkan daya saing komoditas Sumut di pasar global.Sektor industri pengolahan masih menjadi penopang utama perekonomian dengan kontribusi 18,64% terhadap PDRB dan pertumbuhan sebesar 4,11%. Menurut Surya, capaian tersebut menguatkan pentingnya hilirisasi industri sebagai pendorong utama ekonomi daerah.“Tidak hanya itu, kita mencatat surplus perdagangan US$5,17 M pada Januari–September 2025. Nilai ekspor mencapai US$9,29 M, sementara impor US$4,12 M. Tiga negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan kontribusi 36,32%,” ujarnya.Surya menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tingkat pengangguran terbuka turun dari 5,60% menjadi 5,32% pada Agustus 2025. Produktivitas tenaga kerja naik menjadi 81,90%, meningkat 2,13% dibandingkan tahun sebelumnya.Dari sisi investasi, capaian Sumut dinilai sangat menggembirakan. Hingga triwulan III-2025, investasi tumbuh 10,51% atau mencapai Rp42,378 T. Penanaman modal asing (PMA) melesat dengan pertumbuhan 36,46%.Sektor yang paling diminati investor antara lain:Industri kimia dan farmasi: Rp2,55 TIndustri makanan: Rp2,08 TListrik, gas, dan air: Rp1,30 T“Singapura menjadi investor terbesar dengan kontribusi 63,44%, disusul Inggris dan Malaysia,” tambah Surya.Surya menegaskan bahwa Sumatera Utara memiliki banyak potensi unggulan yang dapat memperkuat kemandirian fiskal daerah. Mulai dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, pariwisata kelas dunia, hingga posisi strategis sebagai hub perdagangan dan logistik di kawasan barat Indonesia.“Kita semua menyadari bahwa Sumut memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi kekuatan utama dalam menghadapi krisis. Pertanian dan perkebunan yang kuat, industri pengolahan yang terus tumbuh, serta pariwisata kelas dunia menjadi kebanggaan nasional. Ditambah posisi strategis Sumut yang memberi peluang besar untuk pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan,” kata Surya.BIG Conference 2025 menjadi momentum bagi Sumatera Utara untuk memperkuat kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga strategis dalam mendorong percepatan ekonomi di masa mendatang. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting