Asahan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmennya terhadap sektor pertanian dengan melaksanakan gerakan tanam padi di Desa Rawang Lama, Kecamatan Rawang Panca Arga, Kabupaten Asahan, Selasa. Kegiatan ini juga diisi dialog dengan kelompok tani dan penyerahan bantuan alat pertanian untuk menekan biaya operasional petani.Bobby berdiskusi intensif dengan enam kelompok tani setempat, mendengar langsung tantangan yang mereka hadapi, sekaligus meminta masukan terkait jenis bantuan yang paling tepat. Ia memastikan pemerintah hadir untuk menjaga kesejahteraan petani melalui kebijakan harga gabah.“Harga gabah di sini dibeli sebesar Rp6.500 per kilogram. Ini adalah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang ditetapkan pemerintah pusat untuk kesejahteraan petani. Penetapan harga ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras agar tidak terjadi kenaikan yang signifikan,” ujar Bobby.Gubernur menambahkan, fokus Pemprov Sumut adalah mengontrol pengeluaran petani agar keuntungan meningkat. Upaya itu diwujudkan dengan penyerahan bibit padi hibrida unggul dan enam unit Hand Tractor kepada kelompok tani.“Tugas kami di daerah adalah bagaimana mengontrol pengeluaran petani per hektare agar turun, sehingga keuntungan bagi petani meningkat. Bantuan ini diharapkan menekan biaya produksi dan meningkatkan hasil pertanian,” tegas Bobby.Menanggapi keluhan terkait irigasi, Bobby meminta Pemkab Asahan segera menyelesaikan persoalan tata batas lahan, yang menjadi kunci agar pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi dapat dilaksanakan tepat waktu.Sementara itu, Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, melaporkan bahwa sektor pertanian di Asahan mencakup 847 hektare lahan di lima kecamatan. Hasil pertanian tahun 2024 tercatat 99.126 ton, dan diperkirakan meningkat 6,34% menjadi 105.105 ton pada 2025.Bupati Taufik juga menjelaskan perkembangan pembangunan irigasi saluran sekunder, yang telah mencapai 90%. Untuk kendala air di Kecamatan Meranti, Balai Wilayah Sungai (BWS) tengah melakukan pencucian saluran irigasi guna meningkatkan debit air. Konflik lahan antara masyarakat dan perkebunan PTPN 4 yang sempat mengganggu penyaluran air kini sedang diselesaikan secara musyawarah.Di akhir laporannya, Bupati Taufik menyampaikan apresiasi atas bantuan bibit padi hibrida dari Pemprov Sumut. Ia berharap dengan bibit unggul ini, petani dapat panen lebih optimal, dua kali dalam setahun, sehingga meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat.Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi Pemprov Sumut dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menekan biaya operasional petani, dan menjaga stabilitas harga gabah di wilayah Asahan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting