Binjai (buseronline.com) - Dalam upaya mencegah meningkatnya penyebaran paham radikalisme dan kekerasan di kalangan remaja, Tim Cegah SGW Sumut bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Sumut Cabang Dinas Wilayah II menggelar deklarasi serentak di 207 SMA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Langkat dan Kota Binjai, Senin.Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan yang berlangsung secara serentak tersebut menggandeng personel Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, di antaranya Ipda Kunto Adi Wibowo SH MH, Ipda Agung Pangaribowo SH, serta sejumlah personel lainnya.Mereka hadir memberikan edukasi langsung kepada para pelajar mengenai bahaya radikalisme yang kini banyak menyasar remaja melalui media sosial dan game online.Koordinator Tim Cegah SGW Sumut Ipda Kunto Adi Wibowo menyampaikan bahwa para pelajar merupakan kelompok yang paling rentan terhadap infiltrasi paham radikal berbasis digital.“Fenomena radikalisme saat ini berkembang sangat cepat dan banyak menyasar pelajar melalui media sosial maupun game online. Deklarasi serentak ini kami lakukan untuk membentengi mereka sekaligus memberikan pemahaman agar tidak mudah terpengaruh,” tegasnya.Selain menyoroti isu radikalisme, deklarasi ini juga mengukuhkan komitmen dunia pendidikan untuk menolak praktik bullying, intoleransi, dan kekerasan dalam lingkungan sekolah. Hal ini dipandang penting untuk menciptakan iklim belajar yang aman, nyaman, dan penuh penghargaan.Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Sumut menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum bagi sekolah untuk memperkuat karakter pelajar.“Kami ingin memastikan bahwa sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan maupun intoleransi. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter pelajar yang berakhlak dan berwawasan kebangsaan,” ujarnya.Para pelajar juga diberi pemahaman mengenai pentingnya menjaga toleransi dan memperkuat persatuan dalam kehidupan sehari-hari. Instruktur Tim Cegah SGW, Briptu Ahmad Rizki Fauzi SPd MPsi menuturkan bahwa pendekatan langsung kepada siswa akan meningkatkan kesadaran mereka dalam menjaga keharmonisan.“Kami ingin para pelajar memahami bahwa menjaga toleransi dan menolak kekerasan adalah bagian penting dari karakter bangsa. Lingkungan sekolah yang guyub dan nyaman hanya dapat terwujud bila semua pihak bersama-sama menjaganya,” ungkapnya.Sebagai tindak lanjut, Tim Cegah SGW Sumut berencana memperluas kegiatan deklarasi ke berbagai wilayah lain di Sumut melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah di jajaran Dinas Pendidikan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.Melalui sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan, langkah pencegahan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan para pelajar dari ancaman paham radikal serta menumbuhkan generasi muda yang toleran, berkarakter, dan mencintai Tanah Air. (R)