Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat dukungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).Hingga 31 Oktober 2025, realisasi KUR di Sumut telah mencapai Rp13,4 T dengan total 327.678 debitur, mendekati target tahun 2025 sebesar Rp15 T.Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumut, Naslindio Sirait, dalam Temu Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut di Lobby Dekranasda, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Rabu.Naslindio menjelaskan, Pemprov Sumut tidak hanya berfokus pada peningkatan akses permodalan, tetapi juga membenahi ekosistem UMKM secara menyeluruh, mulai dari legalitas usaha, peningkatan produktivitas, penyediaan sarana prasarana, hingga penguatan manajerial.Salah satu inovasi yang dijalankan adalah program Business Matching, yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pihak perbankan untuk mempercepat proses penilaian kelayakan usaha.Lewat program ini, pemerintah juga membantu pelaku usaha dalam penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta pembenahan manajemen pembukuan.“Program Business Matching ini menjadi jembatan bagi pelaku usaha dan perbankan, sehingga pihak bank dapat langsung melihat UMKM yang potensial. Pemprov juga membantu legalitas usaha, izin-izin, hingga penataan manajemen agar lebih tertib,” ujar Naslindio.Dari sisi sektor usaha, perdagangan menjadi penyerap KUR terbesar dengan nilai Rp1,51 T, disusul industri pengolahan sebesar Rp389 M. Naslindio optimistis peningkatan akses pembiayaan dapat memperkuat hilirisasi produk lokal, terutama mengingat sektor pertanian masih menjadi basis ekonomi Sumut.“Jagung bisa diolah menjadi pipilan hingga pakan, beras menjadi tepung, cabai menjadi cabai kering dan saus, tomat menjadi saus tomat. Semakin banyak hilirisasi, semakin kuat industri pengolahan kita,” jelasnya.Dari 33 kabupaten/kota, daerah dengan penyaluran KUR tertinggi yakni Deliserdang (Rp1,6 T), disusul Kota Medan (Rp1,4 T), Simalungun (Rp1 T), dan Langkat (Rp900 M). Sementara itu, daerah dengan penyaluran terendah adalah Nias Barat (Rp18 M) dan Gunungsitoli (Rp27 M). Penyaluran KUR di Sumut didominasi oleh BRI, Bank Mandiri, dan Bank Sumut.Naslindio menambahkan, tingkat kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) untuk UMKM hanya berada di angka 2,5%, jauh lebih rendah dibandingkan NPL sektor konstruksi yang mencapai 7%.“Artinya UMKM masih bisa dipercaya. Mereka konsisten dan punya komitmen mengembalikan pinjaman,” tegasnya.Pemprov Sumut berharap peningkatan akses pembiayaan melalui KUR dapat memperkuat daya saing UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih merata. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting