Medan (buseronline.com) - Sumatera Utara (Sumut) mencatatkan prestasi baru dengan menjadi tuan rumah pertama di luar Pulau Jawa untuk Kejuaraan Atletik Asia Tenggara U18 dan U20 ke-17. Kejuaraan ini diikuti oleh 10 dari 11 negara anggota Asosiasi Atletik Asia Tenggara, menjadikan jumlah peserta negara terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan event ini.Kompetisi berlangsung di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Centre, Deliserdang, dengan negara peserta antara lain Filipina, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, Vietnam, dan Indonesia.Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution mengapresiasi pencapaian ini. “Luar biasa, ini pertama kali di luar Jawa dan diikuti 10 negara dari 11 anggota. Kompetisi ini diminati negara-negara ASEAN dan lokasi kita strategis, lebih dekat dibandingkan Pulau Jawa, serta fasilitas kita memadai,” ujar Bobby usai membuka kejuaraan, Jumat.Bobby juga mengimbau masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik agar Sumut dapat kembali dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan event olahraga internasional. “Dengan menjadi tuan rumah yang baik, atlet kita akan lebih termotivasi dan diakui di kancah internasional,” tambahnya.Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) Tigor M Tanjung menyebutkan total peserta mencapai 206 atlet dan 72 ofisial. “Kejuaraan ini diakui oleh World Athletic Ranking. Total peserta beserta ofisial mencapai 278 orang,” kata Tigor.Kejuaraan berlangsung selama empat hari, dari 15 hingga 18 November 2025, dengan 63 nomor pertandingan yang diperebutkan. Mayoritas atlet yang bertanding masih berstatus pelajar.Turut hadir pada pembukaan kejuaraan delegasi Asosiasi Atletik Asia Tenggara, Gen Surapong Ariyamongkol, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua Pengprov PASI Sumut David Luther Lubis, Kepala Dispora Sumut Mahfullah Pratama Daulay, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, serta unsur Forkopimda.Kejuaraan ini diharapkan menjadi momentum bagi Sumut untuk semakin dikenal sebagai pusat olahraga regional sekaligus mendorong prestasi atlet muda Indonesia di tingkat internasional. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak