Medan (buseronline.com) - Pemerintah terus memperkuat posisi Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) nasional melalui sejumlah program strategis tahun 2026.Langkah ini melibatkan Dewan Energi Nasional (DEN), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), serta pemerintah kabupaten/kota di kawasan Danau Toba.Penguatan tersebut mencakup peningkatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata, pengembangan infrastruktur, serta penyediaan fasilitas penunjang di kawasan destinasi unggulan tersebut.Upaya tersebut dibahas dalam rapat virtual yang dipimpin Ketua DEN, Luhut Binsar Pandjaitan, dan dihadiri Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, dari Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro No 30 Medan, Kamis.“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat 22 Juli 2025 tentang Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas Danau Toba. Pemprov Sumut telah memenuhi empat rekomendasi UNESCO, yakni Warisan Geologi, Warisan Lainnya, Visibility dan Kemitraan, serta Konten Tiga Bahasa,” ujar Bobby.Menurut Bobby, peningkatan visibilitas Geopark Danau Toba dilakukan melalui pembangunan papan penunjuk arah, papan informasi, dan fasilitas umum seperti toilet. Selain itu, Pemprov juga memperkuat kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di sekitar Danau Toba.Gubernur Bobby menjelaskan bahwa strategi penguatan pada tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM pariwisata, antara lain melalui Pelatihan Sertifikasi Guide Geowisata (Interpreter Geotourism) bagi 50 peserta di kawasan Danau Toba.Selain itu, Pemprov juga menyiapkan penyusunan DED Amphiteater di Samosir, Masterplan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Danau Toba, serta dukungan anggaran bagi Badan Pengelola Geopark. Langkah tersebut diiringi sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pengembangan kawasan pariwisata yang berkelanjutan.Pemprov Sumut juga akan meningkatkan promosi wisata melalui berbagai event internasional, seperti Festival Danau Toba (Aquabike World Championship dan F1H2O), Trail of the Kings by UTMB, IMT-GT Geopark Travel Pattern Famtrip and Workshop, serta Familiarization Trip yang melibatkan agen perjalanan dalam dan luar negeri.Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh pihak agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.“Rapat ini bertujuan untuk mensinergikan aspek energi dalam rencana induk pariwisata serta mendorong terwujudnya pariwisata berkelanjutan berbasis energi hijau,” ujar Luhut.Ia menekankan agar setiap daerah di kawasan Danau Toba memastikan kesiapan infrastruktur pendukung, mulai dari pasokan listrik, ketersediaan air bersih, transportasi, akomodasi, hingga kebersihan lingkungan.“Perhatikan bagaimana tingkat kebersihannya. Terkait hambatan dan tantangan lainnya, DEN akan membantu semaksimal mungkin,” tegasnya.Rapat tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Injourney, serta perwakilan dari seluruh pemerintah daerah di kawasan Danau Toba.Langkah bersama ini diharapkan mampu memperkuat posisi Danau Toba sebagai ikon pariwisata dunia, sekaligus menjadi contoh pengembangan destinasi berkelanjutan berbasis energi hijau di Indonesia. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting