Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama Wakil Gubernur Surya dan seluruh kepala daerah se-Sumut melakukan akselerasi Program 3 Juta Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).Langkah percepatan ini dilakukan melalui rapat virtual untuk menyelaraskan kebijakan dan strategi pelaksanaan di seluruh daerah.Rapat bertajuk Pembahasan Percepatan Program 3 Juta Rumah MBR di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2025 digelar di Ruang Rapat Lantai 9 Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, pada Selasa.Dalam arahannya, Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota harus berperan aktif dalam menyukseskan program strategis nasional ini.“Target program 3 juta rumah untuk Sumut pada tahun 2025 awalnya sebanyak 15.000 unit, kini ditingkatkan menjadi 20.000 unit. Saat ini sudah akad sebanyak 8.148 unit atau 40,74 persen. Harapannya seluruh daerah dapat berperan aktif menyukseskan program nasional ini,” ujar Bobby.Bobby menjelaskan, secara nasional terdapat lima asosiasi pengembang yang ditugaskan untuk membangun rumah bagi MBR. Namun, khusus di Sumut, terdapat dua asosiasi utama yang berperan aktif, yaitu Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dan Real Estate Indonesia (REI).Gubernur menegaskan, percepatan program ini hanya dapat terwujud jika terdapat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan sektor swasta.“Untuk mencapai target 100 persen, dibutuhkan akselerasi yang solid di semua level pemerintahan. Dukungan daerah menjadi kunci keberhasilan,” tegasnya.Bobby memaparkan sejumlah langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah, di antaranya:Menyediakan dan menyiapkan lahan siap bangun,Mempercepat proses perizinan dan rekomendasi teknis,Memvalidasi data calon penerima manfaat,Mengintegrasikan dukungan pembiayaan daerah, sertaMenjamin keberlanjutan lingkungan dan infrastruktur permukiman.Sebagai tindak lanjut, Pemprov Sumut menginisiasi gerakan serentak pembangunan 20.000 rumah pada tahun 2025, sekaligus memberikan kemudahan perizinan dan memperkuat kolaborasi pembiayaan kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Berdasarkan peta sebaran target kepemilikan rumah di Sumatera Utara tahun 2025, Kabupaten Deliserdang menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 14.892 unit. Disusul oleh Labuhanbatu (1.724 unit), Tapanuli Tengah (1.661 unit), dan Kota Pematangsiantar (1.329 unit).Dalam rapat tersebut, Gubernur juga berdialog langsung dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Bupati Deliserdang, Simalungun, Karo, Mandailing Natal, Asahan, dan Wali Kota Medan, membahas penerapan kebijakan nol rupiah untuk perizinan atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi pembangunan rumah MBR.“Saya minta pemda benar-benar mengecek di lapangan apakah penerapan PBG sudah nol rupiah. Jangan sampai di atas kertas nol rupiah, tapi di lapangan masih ada pungutan. Ini harus diseragamkan,” tegas Bobby.Ia juga menekankan pentingnya memastikan proses perizinan benar-benar mudah dan cepat, agar masyarakat segera memperoleh manfaat dari program perumahan rakyat ini.Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Effendy Pohan, Plt Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Muhammad Suib, Kadis PUPR Hendra Dermawan Siregar, Kadis Kominfo Erwin Hotmansah Harahap, Plt Kadis Penanaman Modal dan PTSP Chandra Dalimunthe, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Faisal Arif Nasution, Kepala Biro Administrasi Umum Ady Putra Parlaungan, serta perwakilan perbankan, pengembang, dan pemerintah kabupaten/kota se-Sumut.Melalui akselerasi ini, Gubernur Bobby Nasution menegaskan kembali komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mendukung Program Nasional 3 Juta Rumah sebagai upaya memperkuat akses hunian layak, menekan backlog perumahan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting