Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang inklusif dan ramah bagi semua warganya, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini diwujudkan melalui Pelatihan Vokasional bagi Warga Disabilitas yang digelar oleh Bappeda Kota Medan di RS Siloam Hospital Dirga Surya, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin.Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta disabilitas ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, dan turut dihadiri sejumlah pihak, antara lain Kepala BPJS Ketenagakerjaan, perwakilan PT Kawasan Industri Medan (KIM), Pimpinan RS Siloam Dirga Surya, Ketua Kadin Kota Medan, serta Ketua HIPMI Kota Medan.Dalam sambutannya, Rico Waas menegaskan bahwa seluruh manusia diciptakan setara dan memiliki potensi yang sama untuk berkembang. Oleh sebab itu, menurutnya, warga disabilitas juga berhak mendapatkan akses yang luas dalam dunia kerja dan pembangunan.“Hari ini kita melakukan pelatihan bagi warga disabilitas yang sejatinya memiliki kesempatan yang sama. Kami meyakini seluruh manusia memiliki kemampuan dan potensi yang setara,” ujar Rico.Ia mencontohkan, di berbagai negara maju dan kota besar, penyandang disabilitas telah diberi ruang berpartisipasi aktif dalam pembangunan melalui berbagai sektor pekerjaan. Oleh karena itu, ia mendorong perusahaan-perusahaan di Kota Medan untuk memberikan kesempatan kerja kepada warga disabilitas.“Kami di Pemko Medan telah menerima enam ASN disabilitas tahun ini. Artinya, dengan tanggung jawab besar sekalipun, warga disabilitas mampu bekerja dan berkontribusi,” tambahnya.Rico juga mengingatkan agar kegiatan pelatihan vokasional tidak berhenti pada seremoni belaka, tetapi benar-benar menjadi langkah nyata untuk membuka lapangan kerja dan mendorong kesetaraan di dunia usaha maupun pemerintahan.“Sudah selayaknya Medan menjadi kota yang ramah bagi semua, sesuai slogan kita: Medan untuk Semua,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Medan, Ferry Ichsan, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Pemko Medan untuk mendorong kemandirian ekonomi serta memperluas ruang partisipasi warga disabilitas dalam pembangunan daerah.“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi dan kemandirian ekonomi warga disabilitas melalui pelatihan profesional yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, kewirausahaan, serta pemahaman tentang jaminan sosial,” ujar Ferry.Ferry menambahkan, pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober 2025, dengan peserta sebanyak 35 orang warga disabilitas dari berbagai kecamatan di Kota Medan.Menariknya, kegiatan ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi antara Pemko Medan, BPJS Ketenagakerjaan, PT KIM, dan RS Siloam Hospital Dirga Surya.“Ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun SDM yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.Melalui pelatihan ini, Pemko Medan berharap dapat memperkuat kapasitas ekonomi penyandang disabilitas, membuka lebih banyak peluang kerja, serta menjadikan Medan sebagai kota yang benar-benar berkeadilan dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting