Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Jong Batak’s Art Festival (JBAF) #12 yang digelar di Taman Budaya Medan, Sabtu malam.Festival seni tahunan ini dinilai menjadi momentum penting dalam menjaga serta melestarikan kekayaan budaya lokal, khususnya seni Batak yang merupakan bagian dari identitas bangsa.Apresiasi tersebut disampaikan melalui sambutan tertulis Wali Kota Medan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M Odi Anggia Batubara, selaku perwakilan Pemkot Medan dalam kegiatan tersebut.“Bapak Wali Kota Medan menyambut baik dan mengapresiasi berlangsungnya Jong Batak’s Art Festival #12. Acara ini menjadi momen penting untuk menjaga kekayaan seni dan budaya yang telah menjadi jati diri bangsa,” ujar Odi saat membacakan sambutan Wali Kota Medan.Dalam sambutannya, Odi juga menekankan bahwa penyelenggaraan festival ini tidak hanya sekadar merayakan keindahan tari, musik, dan tradisi, tetapi juga meneguhkan nilai persatuan dalam keberagaman.Menurutnya, Kota Medan merupakan miniatur Indonesia dengan keragaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan secara harmonis.“Festival ini menunjukkan bahwa Medan adalah kota yang bertuah, maju, dan berkelanjutan. Di sinilah semangat kebersamaan dan sinergi budaya tumbuh kuat,” tutur Odi.Ia pun berpesan kepada para seniman, pelaku kreatif, dan generasi muda agar terus berkarya dengan kejujuran, ketulusan, dan kecintaan terhadap budaya. Melalui karya yang lahir dari hati, diyakini akan muncul energi positif untuk membangun masyarakat yang bermartabat.“Melalui festival ini, kita dapat menunjukkan kepada dunia bahwa anak muda Kota Medan bisa maju tanpa melupakan akar budayanya,” tambahnya.Adapun Jong Batak’s Art Festival #12 tahun ini mengusung tema isu pangan nusantara, yang diwujudkan dalam berbagai bentuk pertunjukan seni seperti tari, musik tradisional, teater, serta pameran kreatif. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang ekspresi bagi seniman muda untuk memperkuat identitas budaya melalui karya-karya inovatif.Festival yang telah berlangsung selama 12 tahun berturut-turut ini menjadi agenda budaya tahunan yang selalu dinantikan masyarakat Medan dan sekitarnya, serta menjadi wadah penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya Batak di tengah perkembangan zaman. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi