Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas bersama para kepala daerah se-Sumatera mengikuti Konsultasi Regional (Konreg) Produk Domestik Regional Bruto dan Indikator Sosial Ekonomi (PDRB-ISE) 2025 se-Sumatera, yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Jumat.Acara yang dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Afif Nasution ini turut dihadiri Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sonny Harry Budiutomo Harmadi, serta perwakilan pemerintah daerah dari seluruh provinsi di Pulau Sumatera. Tahun ini, Konreg mengangkat tema “Integrasi Statistik Sosial Ekonomi untuk Pembangunan yang Tepat Sasaran dan Berkelanjutan.”Pada kesempatan tersebut, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara para kepala daerah se-Sumatera dengan BPS kabupaten/kota masing-masing. Penandatanganan ini berkaitan dengan Penyediaan, Pemanfaatan, dan Pengembangan Data serta Informasi Statistik untuk mendukung pembangunan daerah di Sumatera Utara.Dalam sambutannya, Wakil Kepala BPS Sonny Harry Budiutomo Harmadi menekankan pentingnya peran data yang akurat dan terpercaya dalam perumusan kebijakan publik.“Setiap kebijakan publik yang baik harus dimulai dari data yang akurat. Pembangunan tanpa data ibarat berlayar tanpa kompas arahnya tidak jelas, biayanya membengkak, dan hasilnya tidak optimal. Data berkualitas adalah fondasi agar setiap rupiah pembangunan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Sonny.Sonny juga mengungkapkan bahwa perekonomian Pulau Sumatera menunjukkan kinerja positif pada triwulan II tahun 2025, dengan pertumbuhan mencapai 4,96%, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2024 yang hanya 4,48%.“Kontribusi Pulau Sumatera terhadap PDB nasional juga cukup besar, yakni sekitar 22% atau seperlima dari total perekonomian Indonesia. Dari angka itu, Provinsi Sumatera Utara menjadi motor utama, menyumbang sekitar 23,5% dari total PDRB Pulau Sumatera,” tambahnya.Selain itu, Sonny menyoroti potensi demografis Sumatera. Lebih dari 60 juta penduduk Indonesia (22%) tinggal di pulau ini, dan 68% di antaranya merupakan usia produktif. Kondisi ini, katanya, menjadi momentum penting dalam memanfaatkan bonus demografi untuk memperkuat ekonomi nasional.Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas yang hadir didampingi Kepala Bappeda Ferry Ichsan, Kadis Kominfo Arrahmaan Pane, dan Kabag Kerja Sama Seri Inderahayu, menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Medan untuk terus meningkatkan kualitas data pembangunan di daerahnya.“Harapan kita, data yang dihasilkan nantinya dapat menjadi acuan dalam mendukung kebijakan publik dan pembangunan di tingkat kota maupun provinsi,” ujar Rico.Menurutnya, kerja sama dengan BPS menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan berbasis data (data-driven government).“Melalui sinergi ini, kita ingin memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdasarkan data yang valid dan menggambarkan kebutuhan masyarakat di lapangan,” tambahnya.Acara Konreg ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif antara peserta dan perwakilan BPS, yang membahas strategi integrasi data lintas sektor dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi dan pembangunan sosial di Pulau Sumatera. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting