Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Jong Batak’s Arts Festival (JBAF) yang akan digelar pada 18–28 Oktober 2025 di Taman Budaya Medan.Dukungan tersebut disampaikan Rico saat menerima audiensi Rumah Karya Indonesia (RKI) selaku penyelenggara festival, di Ruang Khusus Wali Kota Medan, Kamis sore.Pertemuan turut dihadiri Ketua Rumah Karya Indonesia Marojahan Andrian Manalu dan Direktur Festival Andrin Manurung. Dalam kesempatan itu, Wali Kota mengapresiasi semangat anak-anak muda yang konsisten memperjuangkan dan menghidupkan kebudayaan lokal di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi.“Terima kasih kepada anak-anak muda yang terus memperjuangkan kebudayaan, yang sebenarnya adalah naluri daerah kita sendiri,” ujar Rico.Rico menilai, anak muda saat ini menghadapi tantangan besar karena pengaruh budaya luar yang begitu kuat. Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan budaya yang tidak akan pernah habis untuk digali dan dikembangkan.“Idealnya, kebudayaan kita juga harus bisa berkembang ke luar,” tambahnya.Ia menekankan pentingnya menumbuhkan rasa percaya diri terhadap identitas budaya sendiri, dengan mencontohkan bagaimana daerah lain mampu mendunia lewat eksplorasi budayanya.“Kita harus mampu mengangkat dan mengglorifikasi kebudayaan kita sendiri. Tinggal bagaimana kita menyamakan frekuensinya dengan anak muda masa kini, misalnya lewat eksplorasi musik Batak yang diberi warna kontemporer,” ujarnya.Lebih lanjut, Rico berharap JBAF 2025 dapat menjadi ruang inklusif bagi seniman muda Medan untuk berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan ide-ide segar yang dapat diterima masyarakat luas.“Ini soal ide dan kesempatan. Kita punya ruang yang sama untuk berkarya. Semoga kita bisa menemukan formula terbaik untuk menarik minat anak muda menghadiri kegiatan ini,” harapnya.Rico optimistis, seniman-seniman Medan memiliki daya cipta dan kreativitas yang tidak kalah dari tokoh seni dunia.“Seni kita juga harus bisa masuk ke ruang-ruang inklusif dan diterima secara luas,” katanya.Sementara itu, Marojahan Andrian Manalu, atau yang akrab disapa Ojax, menjelaskan bahwa Jong Batak’s Arts Festival merupakan festival budaya tahunan yang digagas Rumah Karya Indonesia sejak 2014. Tahun ini, JBAF memasuki usia ke-12 dengan mengangkat tema “Kebudayaan sebagai Gerakan Kolektif Ketahanan Pangan.”“Kami berharap Bapak Wali Kota bisa hadir dalam pembukaan kegiatan yang berlangsung pada 18 Oktober ini,” ungkap Ojax.Ia menyebut, penyelenggaraan festival ini merupakan respons terhadap melemahnya semangat kebudayaan lokal di kalangan generasi muda Sumatera Utara.“Terinspirasi dari semangat Jong Batak tahun 1926 yang ikut merumuskan Sumpah Pemuda, festival ini menjadi wadah untuk menumbuhkan kembali identitas, nasionalisme, dan kebanggaan budaya melalui pertunjukan seni dan aktivitas budaya,” jelasnya.Tahun ini, fokus kegiatan diarahkan pada isu ketahanan pangan sebagai bentuk kontribusi kebudayaan terhadap tantangan global.Festival yang didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP ini akan menampilkan berbagai kegiatan seperti ritus dan aktivitas budaya terkait pangan, pertemuan dengan maestro budaya, eksplorasi seni yang merespons isu pangan, pameran dan pemutaran film, diskusi budaya, serta kampanye kreatif bergaya khas Medan.Selain itu, akan digelar pasar produk pangan dan kreasi lokal, panggung kolaborasi seni tradisi dan modern, serta kolaborasi internasional khususnya dengan seniman Asia Tenggara untuk memperluas apresiasi budaya.Dengan dukungan Pemerintah Kota Medan, diharapkan JBAF 2025 menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya, memperluas jejaring seniman muda, dan menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan budaya lokal di tengah masyarakat modern. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi