Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong seluruh kepala daerah di Sumut memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.Upaya ini menjadi langkah strategis menjawab tantangan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang kini diarahkan pada penguatan investasi serta kemitraan strategis.Hal tersebut disampaikan Gubernur Bobby saat membuka North Sumatera Investment Industry Trade & Halal Expo 2025, yang digelar Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumut di Aula Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Tapian Daya, Jalan Gatot Subroto, Medan, Senin.Menurut Bobby, program kemudahan dan insentif investasi yang diluncurkan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi peluang besar bagi Sumut untuk tumbuh lebih pesat melalui konsep kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.“Antara pemerintah dan dunia usaha itu sangat baik apabila hubungannya berjalan harmonis. Hari ini kami berjalan berdampingan, dan kita tunggu hasilnya dari KADIN,” ujar Gubernur Bobby Nasution.Bobby menambahkan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8%. Untuk mendukung target tersebut, Sumut sebagai provinsi keempat terbesar di Indonesia dan terbesar di luar Pulau Jawa, diharapkan dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6,7 hingga 7,2%.“Target kita (Sumut) menyumbang 6,7% sampai 7,2% pertumbuhan ekonomi nasional. Banyak variabel pembentuknya, seperti government spending, kebijakan fiskal, serta investasi. Maka kebijakan transfer ke daerah bukan pengurangan, tetapi penyesuaian untuk program yang lebih efektif meningkatkan ekonomi,” jelasnya.Bobby menyebutkan, nilai penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD) untuk tingkat provinsi mencapai Rp1,1 T dan kabupaten/kota sekitar Rp8 T, dengan total lebih dari Rp9 T. Karena itu, kepala daerah diminta lebih proaktif membangun hubungan produktif dengan dunia usaha.“Kepala daerah harus bersahabat dan berjalan bersama dunia usaha. Kebijakan pemerintah harus bisa membuat dunia usaha lebih baik. Harus lebih ramah, bahkan memanjakan dunia usaha, seperti investasi anak bayi yang harus kita ayomi, agar tumbuh cepat. Jangan sampai dunia usaha menjadi ‘stunting’. Harus ada karpet merah untuk mereka,” tegas Bobby.Selain memperkuat kemitraan, Gubernur Bobby juga menyoroti pentingnya investasi daerah untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap KADIN dapat menggelar kegiatan serupa di seluruh kabupaten/kota agar kesadaran tentang peran dunia usaha semakin meningkat.Lebih lanjut, Bobby mengusulkan agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) se-Sumatera dapat berkolaborasi membentuk entitas ekonomi besar seperti Danantara, sebagai kekuatan baru bagi kawasan Sumatera yang memiliki populasi lebih dari 40 juta jiwa.“Sumatera memiliki potensi luar biasa dan menjadi pintu gerbang Indonesia bagian barat. Kalau bisa, BUMD di Sumatera digabungkan menjadi satu ekosistem ekonomi yang kuat,” ujarnya.Bobby juga memaparkan rencana pembangunan Kawasan Industri Sumatera Utara di Tanjung Kasau, Kabupaten Batubara. Pemerintah Provinsi Sumut telah menyiapkan lahan seluas 2.500 hektare yang akan diberikan secara gratis kepada investor dengan komitmen investasi minimal Rp1 T.“Kami akan berikan lahannya bagi siapa saja yang mau berinvestasi sebesar Rp1 T. Itu milik Pemprov. Jika dikembangkan, bisa mendorong ekonomi dan menyerap hingga 20 ribu tenaga kerja. Silakan KADIN cari investornya,” ungkapnya.Menutup sambutannya, Bobby menekankan pentingnya penguatan industri halal di Sumut. Ia menilai, negara-negara mayoritas Muslim seharusnya menjadi pengimpor utama produk halal, bukan justru negara seperti Cina dan Australia.“Karena itu, kami mengapresiasi KADIN yang mengangkat tema halal dalam acara ini,” pungkasnya.Sementara itu, Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Bakrie, menyampaikan bahwa Sumut memiliki potensi besar menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera dan nasional. Selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, Sumut juga didukung oleh kepemimpinan daerah yang progresif dan bersinergi dengan pelaku usaha.“Sumut harus menjadi motor penggerak ekonomi Sumatera dan nasional. Kalau Sumatera bergerak, ia akan menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia,” ujar Anindya.Anindya menambahkan, kebijakan fiskal pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo diarahkan pada efisiensi dan penguatan likuiditas, termasuk melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pengembangan ekosistem perumahan yang melibatkan UMKM.Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua KADIN Sumut Firsal Dida Mutyara, Koordinator KADIN Wilayah Sumatera Ivan Iskandar Batubara, perwakilan Forkopimda, Kepala Daerah se-Sumut, Konjen India Ravi Shanker Goel, serta para pelaku usaha dari berbagai sektor. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting