Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) bergerak cepat mengatasi kenaikan harga bahan pangan, khususnya cabai merah, yang menjadi salah satu penyumbang utama inflasi di daerah tersebut.Dalam waktu dekat, Pemprov Sumut akan menyalurkan 50 ton cabai merah yang didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai langkah intervensi pasar.Langkah strategis ini dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengamanan Distribusi Komoditas Cabai Merah di Ruang Rapat II Kantor Gubernur Sumut, Jumat. Rapat dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, dan dihadiri unsur Forkopimda serta instansi terkait.Togap menjelaskan bahwa pengiriman cabai merah tersebut dilakukan dalam tiga tahap distribusi, bekerja sama dengan sejumlah pihak swasta.“PT AIJ, Dirga Surya, dan PPSU sudah ke Jawa Timur untuk mendapatkan pasokan dari sana. Ada 50 ton cabai yang akan didistribusikan dalam tiga tahap,” ungkapnya.Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Sumut (year-on-year) pada September 2025 tercatat 5,32%, naik dari 4,42% pada bulan Agustus. Komoditas penyumbang inflasi terbesar antara lain cabai merah, emas perhiasan, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai hijau, beras, dan daging ayam ras.Sementara itu, Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Abdul Khalim, menjelaskan bahwa langkah intervensi ini merupakan bentuk kolaborasi Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).“Posisi pasokan kita secara tahunan sebenarnya surplus, tetapi bulan ini terjadi defisit. Dengan intervensi ini, harga cabai merah di pedagang diharapkan bisa kembali pada tingkat yang wajar tanpa merugikan petani,” ujar Abdul Khalim.Ia menambahkan, kehadiran pemerintah melalui langkah intervensi akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat bahwa pemerintah hadir menjaga kestabilan harga dan ketersediaan bahan pangan.Dua daerah yang menjadi fokus utama penanganan inflasi kali ini adalah Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang, yang tercatat sebagai penyumbang inflasi tertinggi di Sumut.Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung, Kadis Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Fitra Kurnia, Kadis Ketahanan Pangan Rajali, Kadis Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kasatpol PP Sumut Muttaqien Hasrimy, serta perwakilan dari PT AIJ, PPSU, Bank Indonesia, Bulog, BPS Sumut, Satgas Pangan, dan TPID kabupaten/kota.Dengan langkah cepat ini, Pemprov Sumut berharap laju inflasi dapat kembali terkendali serta harga bahan pangan strategis, khususnya cabai merah, bisa kembali stabil di pasaran. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting