Medan (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut), Togap Simangunsong, menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta seluruh unsur terkait memastikan ketersediaan bahan pokok yang memadai dan menjaga higienitas makanan agar program ini berjalan optimal.Hal itu disampaikan Togap saat membuka kegiatan dialog interaktif bertajuk “Sinergi Antar OPD Pemerintah Provinsi Sumut sebagai Satgas MBG dalam Mendukung Program MBG”, yang digelar oleh Badan Gizi Nasional (BGN) di Ballroom Grand Mercure Hotel Maha Cipta, Jalan Sutomo, Medan, Kamis. Kegiatan ini dihadiri para mitra, relawan, serta Kepala Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dari kabupaten/kota se-Sumut.“Saya minta di Sumut untuk betul-betul memperhatikan kebersihan dan higienitas. Kita tidak mau ada kasus keracunan seperti di daerah lain. Karena itu, pengawasan yang ketat dari setiap satuan SPPG sangat diperlukan,” tegas Togap Simangunsong.Ia menyebutkan, hingga kini terdapat 360 SPPG atau dapur MBG yang telah beroperasi di Sumut. Menurutnya, program MBG merupakan salah satu prioritas Presiden RI, yang tidak hanya meningkatkan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif melalui pemenuhan kebutuhan pokok makanan.Selain mempercepat pelaksanaan program, Togap menekankan pentingnya aspek kebersihan dan higienitas makanan. Ia meminta agar setiap kepala SPPG memastikan seluruh proses penyediaan dan distribusi makanan sesuai pedoman sertifikasi higienis dari Kementerian Kesehatan.“Fokus utama dalam pelaksanaan program ini adalah memastikan ketersediaan bahan pokok yang mencukupi, meliputi karbohidrat, protein nabati dan hewani, buah-buahan, serta susu,” ujar Togap.Setelah membuka acara, kegiatan dilanjutkan dengan dialog interaktif antara peserta, mitra, dan relawan untuk membahas langkah-langkah sinergi dalam pelaksanaan program MBG di Sumatera Utara, serta strategi memperluas jangkauan dan memastikan kualitas makanan yang disediakan.Program ini diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan gizi masyarakat Sumut, sekaligus menjadi model bagi daerah lain dalam pelaksanaan MBG secara aman, higienis, dan berkelanjutan. (R)