Medan (buseronline.com) - Menghadapi musim hujan yang diperkirakan berlangsung beberapa bulan ke depan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengambil langkah antisipatif dengan menggandeng berbagai lembaga untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana.Sebanyak lima langkah strategis disiapkan guna mengurangi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, saat membuka Rapat Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Penghujan Sumut serta tindak lanjut hasil rapat koordinasi banjir bandang akibat bencana hidrometeorologi basah di Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Rapat digelar di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Kamis.Togap menjelaskan, lima langkah yang disepakati meliputi pembentukan tim terpadu (task force) yang melibatkan unsur pemerintah, lembaga teknis, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat. “Tim ini akan menyusun rencana aksi nyata dalam pengendalian dan mitigasi banjir bandang,” ujarnya.Langkah kedua, lanjut Togap, yakni meminta setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dan lembaga terkait untuk memberikan masukan serta rekomendasi konkret dalam mendukung pembentukan tim, termasuk dari sisi pendanaan, sumber daya manusia, dan sinergi lintas program.Langkah ketiga adalah peningkatan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan bencana mengenai pentingnya pelestarian hutan, pengelolaan sungai, serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman hidrometeorologi.“Langkah keempat adalah memperkuat kolaborasi dengan lembaga seperti BMKG, BPDAS, BWS, TNGL, dan BKSDA untuk melakukan pemantauan serta peringatan dini secara berkelanjutan,” tutur Togap.Sementara itu, langkah kelima adalah mendorong keterlibatan masyarakat lokal dalam pengawasan dan perawatan lingkungan agar tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga hutan dan sungai sebagai sumber kehidupan.Dalam kesempatan yang sama, Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I, Hendro Nugroho, menyampaikan bahwa puncak musim hujan di Sumut diperkirakan terjadi pada Oktober hingga November 2025. Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan bulanan berada pada kategori sedang hingga sangat tinggi.“Wilayah Sumut diprediksi akan mengalami peningkatan curah hujan signifikan dalam beberapa hari ke depan, dengan intensitas lebat hingga sangat lebat. Pemerintah daerah, lembaga terkait, dan masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” pungkas Hendro.Rapat tersebut turut dihadiri Direktur Informasi Perubahan Iklim BMKG RI Fahri Rajab, Kepala BPBD Sumut Tuahta Saragih, serta sejumlah perwakilan OPD kabupaten/kota. Kegiatan juga diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom. (P3)