Pematangsiantar (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai pendorong pembangunan yang efektif. Salah satu fokusnya adalah peningkatan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB), di mana Kota Pematangsiantar dinilai mampu menjadi percontohan bagi daerah lain.Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Togap Simangunsong, saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)/Samsat Pematangsiantar, Sabtu.Togap menegaskan bahwa Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, menaruh perhatian khusus terhadap potensi PAD yang dapat dikelola lebih maksimal. Menurutnya, Bapenda menjadi salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) andalan untuk meningkatkan pendapatan daerah, terutama dari sektor pajak.“Dari catatan kita, Kota Pematangsiantar termasuk daerah dengan tingkat kepatuhan pajak yang cukup tinggi, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Artinya, upaya yang sudah dilakukan sudah cukup bagus,” ujar Togap.Berdasarkan data, rata-rata nasional penerimaan pajak PKB mencapai 60%. Hingga 23 September 2025, UPTD Pematangsiantar berhasil mencatat capaian 55,82 persen atau Rp31,87 M dari target Rp57,069 M. Angka tersebut diprediksi akan melampaui rata-rata nasional pada akhir tahun.Sekda Sumut berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di provinsi tersebut. “Bagaimana nanti capaian ini menjadi contoh untuk daerah lain,” katanya.Sementara itu, Kepala UPTD Bapenda Pematangsiantar, Fuad Damanik, melalui Kasubbang Tata Usaha, Sisio Swastika, menjelaskan pihaknya melayani delapan kecamatan dengan berbagai fasilitas pelayanan pajak. Di antaranya Sentra Pelayanan, dua unit bus Samsat Keliling, satu unit layanan di Mall Pelayanan Publik, serta layanan pembayaran pajak pada hari Sabtu dan Minggu.Dengan berbagai inovasi layanan tersebut, diharapkan tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak semakin meningkat. Pada akhirnya, optimalisasi PAD akan berdampak positif terhadap pembangunan daerah di Sumatera Utara. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting