Humbahas (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendampingi Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) RI Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Jumat.Dalam kunjungan tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya terhadap keberadaan TSTH2. Menurutnya, kawasan ini dapat menjadi pusat riset sekaligus pengembangan produk pangan dan herbal yang langsung terhubung dengan industri.“Saya berharap TSTH ini betul-betul bisa mengembangkan genome sequencing dan juga menghasilkan produk yang langsung link and match dengan industrinya. Kami akan terus dorong industri yang membutuhkan bahan baku agro untuk mengembangkan bibitnya,” ujar Airlangga.Airlangga menekankan, tidak ada hasil pertanian yang maksimal tanpa dukungan teknologi dan riset. Karena itu, TSTH2 di Humbahas diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan nasional sekaligus hilirisasi sumber daya alam unggulan.“Harapannya kawasan ini mendukung riset dan hilirisasi produk pertanian, khususnya herbal dan hortikultura, sebagai bahan baku industri farmasi dan makanan-minuman,” tambahnya.Gubernur Sumut Bobby Nasution menyambut baik kedatangan rombongan menteri dan pejabat pusat tersebut. Ia optimistis keberadaan TSTH2 akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat jika terus dikembangkan melalui kolaborasi berbagai pihak.“Melalui langkah kolaborasi ini, kita yakin pengembangan TSTH2 akan memberikan inovasi dan solusi atas tantangan pertanian, sehingga berdampak nyata bagi ketahanan pangan nasional, khususnya di Sumut,” kata Bobby.Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa TSTH2 telah dilengkapi teknologi riset genomik yang mumpuni. Menurutnya, kecepatan teknologi yang diinstal di kawasan tersebut menjadikan riset genomik pertanian di Sumut mampu bersaing di level global.“Untuk melakukan genome (genomik) di sini kecepatannya tidak ada lawan. Semua teknologi sudah diinstal, jadi kita tidak lagi bermimpi, tapi benar-benar melihat proses berjalan cepat,” tegas Luhut.Senada, Menko Pangan Zulkifli Hasan menekankan pentingnya riset dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pangan Indonesia. Ia menyebut produktivitas rendah selama ini terjadi karena kurangnya penelitian.“Masalah kita itu riset. Tanpa riset, produktivitas rendah dan kita tidak bisa bersaing. Karena itu, TSTH2 menjadi sangat penting untuk mendorong daya saing pangan kita,” ujar Zulhas.Kunjungan tersebut menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk memperkuat riset, inovasi, serta hilirisasi komoditas pangan dan herbal guna mendukung ketahanan pangan nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting