Delitua (buseronline.com) - Pendidikan tinggi kesehatan tidak hanya dituntut menghasilkan tenaga medis yang terampil, tetapi juga pribadi yang berintegritas, simpatik, empatik, dan berdaya saing global.Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Khairul Munadi, saat memberikan sambutan pada Upacara Wisuda Profesi, Sarjana, Terapan, dan Ahli Madya Periode III Institut Kesehatan Deli Husada, Sabtu.Khairul Munadi menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal pengabdian yang berdampak bagi masyarakat.“Gelar yang kalian sandang adalah amanah. Profesi kesehatan bukan hanya soal ilmu dan keterampilan, tapi juga hati yang mendengar dan tangan yang merawat. Teruslah belajar, kuasai teknologi, menjadi tenaga kesehatan yang berdaya saing global, dan jadilah tenaga kesehatan yang mampu berkolaborasi demi kemanusiaan,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Dikti memberikan lima pesan penting kepada para wisudawan: menjaga integritas, mengembangkan empati, belajar sepanjang hayat, meningkatkan daya saing global melalui kemampuan teknologi dan kolaborasi, serta mengabdi untuk bangsa dan kemanusiaan.Dirjen Khairul menekankan bahwa pendidikan tinggi kesehatan harus selaras dengan misi Asta Cita, seperti meningkatkan akses, mutu, relevansi, dan dampak pendidikan tinggi. Hal ini diwujudkan melalui paradigma #DiktisaintekBerdampak dan gerakan #KampusBerdampak, yang mendorong perguruan tinggi untuk tidak hanya menghasilkan lulusan unggul tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.“Pendidikan tinggi transformatif harus mampu menjawab tantangan era digital dan society 5.0, mendukung distribusi tenaga kesehatan yang merata, meningkatkan layanan promotif dan preventif, serta mengembangkan ekosistem inovasi, sains, dan teknologi di bidang kesehatan. Saya yakin lulusan Deli Husada akan menjawab kebutuhan bangsa terhadap tenaga kesehatan yang berkualitas dan berdaya saing global,” tambahnya.Upacara wisuda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi, dosen, orang tua, serta ribuan wisudawan yang siap berkiprah di masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa peran tenaga kesehatan sangat strategis dalam menghadapi tantangan sistem kesehatan Indonesia yang terus berkembang.Dengan semangat pengabdian tersebut, Kemdiktisaintek berkomitmen memperkuat pendidikan tinggi kesehatan agar dapat melahirkan generasi profesional yang unggul secara akademik sekaligus berdampak nyata bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi