Percut Sei Tuan (buseronline.com) - Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang, Lom Lom Suwondo SS, menegaskan pentingnya menciptakan masyarakat cerdas melalui pendidikan berkualitas. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri peletakan batu pertama Gedung Ruang Kelas Baru (RKB) Yayasan Mardas Center Islamic School di Lapangan Sekolah Dar Az Zain, Jalan Persatuan, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Rabu.Pembangunan gedung RKB ini merupakan bagian dari Program Kemaslahatan 2025 yang diprakarsai Ketua Komisi VIII DPR RI, H Marwan Dasopang, bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI. Wabup Lom Lom menjelaskan, pendidikan menjadi investasi penting bagi masa depan bangsa dan kemajuan daerah, sehingga fasilitas pendidikan yang memadai menjadi prioritas."Pendidikan adalah investasi terpenting bagi masa depan bangsa dan kemajuan daerah, dan pembangunan gedung sekolah islami ini adalah sarana pendukung untuk meningkatkan kualitas generasi muda yang islami, cerdas, berkarakter serta berakhlakul karimah," kata Wabup dalam pidatonya.Wabup berharap gedung baru ini dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Deliserdang, khususnya dalam meningkatkan akses dan kualitas pendidikan bagi generasi muda.Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI, H Marwan Dasopang; anggota Komisi VIII DPR RI, H Ashari Tambunan bersama Hj Yunita Siregar; Pimpinan BPKH RI, Dr H Indra Gunawan; Region Head Sumatera Bank Muamalat Indonesia, Kadar Budiman; Anggota DPRD Deli Serdang, H Rakhmadsyah; kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait; serta Camat Percut Sei Tuan, A Fitrian Syukri SSTP MSi.Wabup juga menyampaikan apresiasi kepada H Marwan Dasopang atas bantuan pembangunan RKB, yang diharapkan menjadi amal jariyah dan membawa berkah bagi masyarakat Deliserdang.Sementara itu, Ketua Yayasan Mardas Center Islamic School, H Pangerlem Dasopang, menyampaikan bahwa pembangunan gedung RKB ini merupakan bantuan kedua dari BPKH RI setelah sebelumnya mendukung unit mobil layanan umat untuk kegiatan pendidikan."Ada mobilnya di depan yang sudah digunakan untuk kegiatan anak-anak kita. Bantuan ini diberikan untuk kepentingan masyarakat Deli Serdang, bukan hanya untuk yayasan," ujarnya.Pangerlem menambahkan, pihak yayasan sedang mengkaji kemungkinan memberikan pendidikan gratis bagi masyarakat sekitar, meski hal ini masih terbatas karena regulasi Kementerian Agama yang melarang agar tidak mematikan sekolah-sekolah di sekitarnya."Semua ini kami lakukan demi kepentingan anak-anak kita ke depan," pungkasnya. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi