Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Sekdaprov Sumut Dorong Kabupaten/Kota Lebih Proaktif Atasi Inflasi

Dirgahayu Ginting - Rabu, 10 September 2025 07:19 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Togap Simangunsong, memimpin rapat lanjutan percepatan realisasi anggaran dan penanganan laju inflasi bersama Sekda Kabupaten/Kota se-Sumut di Aula Gedung Bappelitbang Sumut, Medan, Senin (8/9/2025). (Dok/Diskominfo Sumut
Medan (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Togap Simangunsong meminta pemerintah kabupaten/kota untuk lebih proaktif dalam menghadapi kondisi perekonomian daerah. Hal ini menyusul tingginya inflasi Sumut pada Agustus 2025 yang tercatat sebesar 4,42% year-on-year (y-on-y).Pesan tersebut disampaikan Togap Simangunsong saat memimpin rapat lanjutan percepatan realisasi anggaran dan penanganan laju inflasi bersama Sekda kabupaten/kota se-Sumut di Aula Gedung Bina Graha Bappelitbang Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 21 Medan, Senin. Sebelumnya, Togap juga telah memimpin rapat serupa dengan para pimpinan OPD Pemprov Sumut.“Pertemuan ini kita adakan untuk mengambil langkah proaktif terkait kondisi perekonomian di Sumut. Inflasi kita masih 4,42%, padahal idealnya 2,5%. Angka ini harus kita upayakan agar stabil sehingga masyarakat dan dunia usaha tidak terganggu,” ujar Togap.Menurut Togap, tingginya inflasi berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat. Komoditas pangan menjadi penyumbang utama, seperti cabai merah, bawang merah, dan daging ayam.“Dari data yang ada, salah satu penyebabnya adalah komoditas tersebut banyak dipasok keluar provinsi. Akibatnya, stok dalam daerah berkurang dan harga melonjak,” jelasnya.Untuk itu, ia menegaskan perlunya intervensi agar kebutuhan pokok masyarakat Sumut terpenuhi terlebih dahulu sebelum dijual ke luar daerah.Sekdaprov berharap kabupaten/kota memperkuat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) masing-masing dengan langkah-langkah seperti:- Memantau perkembangan harga, stok, dan distribusi barang.- Menjaga ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi.- Mengoptimalkan pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah.Selain itu, Togap juga menyoroti rendahnya realisasi belanja APBD di sejumlah daerah. Menurutnya, hal ini turut berpengaruh terhadap inflasi karena uang tidak beredar di masyarakat.“Masih banyak belanja dan pendapatan daerah yang belum terealisasi. Kondisi ini berdampak pada inflasi karena uang terendap. Jika percepatan realisasi anggaran dilakukan, maka daya beli masyarakat bisa terdongkrak,” tegasnya.Dengan sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, ia berharap inflasi dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi Sumut tetap terjaga. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Presiden Prabowo Dorong Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade

Sumatera Utara

Pj Sekda Sumut Tekankan Pemerataan Dokter Spesialis hingga Kepulauan

Sumatera Utara

Dinkes Bandung Genjot Cek Kesehatan Gratis dan Imunisasi untuk Tingkatkan Kesehatan Warga

Sumatera Utara

Gubernur Sumut Siap Biayai Kegiatan IPA Sumut, Dukung Program Sosial Pelajar

Sumatera Utara

Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Satgas PKH dalam Penyelamatan Aset Negara

Sumatera Utara

Polri Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Dirikan Pusat Studi Kepolisian di Universitas Borobudur