Medan (buseronline.com) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara Togap Simangunsong menegaskan bahwa seorang pemimpin harus mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan zaman, khususnya di era disrupsi yang ditandai dengan perubahan besar dan cepat. Hal ini penting agar berbagai tugas dan tanggung jawab dapat diselesaikan secara efektif.Pernyataan tersebut disampaikan Togap saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan III, IV, V dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan I di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut, Jalan Ngalengko, Medan, Rabu.“Cara kerja masa lalu sudah berbeda dengan masa kini. Perubahan itu harus dihadapi dengan perkembangan teknologi, informasi, dan dinamika zaman. Semua persoalan harus diselesaikan dengan pendekatan yang relevan,” ujar Togap.Ia menjelaskan, dunia kerja saat ini melibatkan tiga generasi, yakni Generasi X, Y (milenial), dan Z. Ketiganya memiliki karakter dan keterampilan berbeda, sehingga pemimpin dari Generasi X harus mampu memahami pola kerja generasi muda.Togap juga mendorong peserta pelatihan untuk terus mengasah keterampilan, memperluas jaringan, dan tidak takut menghadapi mutasi. Menurutnya, mutasi adalah kesempatan untuk memperkaya pengalaman dan pengetahuan.“Jangan merasa kecewa bila dimutasi, karena itu adalah jalan untuk mendapatkan pengalaman dan relasi baru,” katanya.Sementara itu, Kepala BPSDM Sumut Agustinus Panjaitan menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan mengembangkan potensi pejabat agar mampu memenuhi tuntutan jabatan manajerial.Diklat diikuti 129 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai provinsi, kabupaten/kota, serta kementerian.“Untuk PKA diikuti sebanyak 78 peserta dan PKP sebanyak 51 peserta. Pelatihan berlangsung mulai 28 Juli hingga 3 Desember 2025,” paparnya.Melalui pelatihan ini, Pemprov Sumut berharap para pejabat dapat memperkuat kompetensi kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme, dan mampu menjawab tantangan era disrupsi. (Galung)
Editor
: GY Simanjuntak MSi