Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menunjukkan keseriusannya dalam menuntaskan persoalan Tuberkulosis (TBC) dengan mengedepankan langkah yang lebih terukur, kompak, dan berkesinambungan.Komitmen ini ditegaskan langsung oleh Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan, saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan TBC di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Selasa.“Aspek penting dari rakor ini adalah bagaimana kita melaksanakan gerak yang lebih terukur, kompak, dan berkesinambungan dalam memerangi TBC, khususnya di Deliserdang. Harapan kita, langkah ini dapat berkontribusi nyata untuk mencapai target eliminasi TBC Indonesia tahun 2030,” ujar Bupati.Rakornas tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, dengan dihadiri Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunawan Sadikin, Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Kementerian Sekretariat Negara, Kepala Staf Presiden, serta kepala daerah dari delapan provinsi dengan kasus TBC tertinggi, termasuk Sumatera Utara.Sebagai tindak lanjut, Pemkab Deliserdang telah membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) dan menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) sebagai peta jalan percepatan eliminasi TBC.Selain itu, gerakan skrining massif juga terus digencarkan. Pada 19 Agustus lalu, Pemkab Deliserdang telah melakukan skrining lintas golongan masyarakat. Dari target 1 juta pemeriksaan, sebanyak 200 ribu orang sudah berhasil diskrining.Menkes Budi Gunawan Sadikin dalam kesempatan itu menyampaikan, Indonesia kini menjadi negara dengan beban TBC tertinggi kedua di dunia setelah India, menyumbang 10,11 persen kasus global. Data Kemenkes mencatat terdapat sekitar 1 juta kasus TBC per tahun dengan 125 ribu kematian.“Setiap lima menit, diperkirakan dua orang meninggal akibat penyakit menular ini. Karena itu, tahun ini kita targetkan penemuan 90 persen kasus atau sekitar 900 ribu kasus,” ujarnya.Sementara itu, Menko PMK Pratikno menekankan pentingnya kepemimpinan kepala daerah dalam menggerakkan TP2TB. “Situasi ini sudah sangat urgent, tidak bisa hanya didelegasikan kepada kepala dinas. Kepala daerah harus turun langsung memimpin gerakan ini,” tegasnya.Mendagri Tito Karnavian juga mengingatkan delapan provinsi prioritas agar benar-benar berkomitmen terhadap program ini, mengingat TBC masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.“Kalau delapan provinsi ini bisa ditekan, angka TBC nasional akan jauh berkurang. Kuncinya adalah keseriusan dan tindak lanjut nyata setelah rakor ini,” kata Tito.Berdasarkan data terbaru per 3 Agustus 2025, kasus TBC di Indonesia terbanyak ditemukan pada kelompok usia 45–54 tahun dengan jumlah 75.551 kasus. Dari sisi gender, penderita terbanyak adalah laki-laki dengan jumlah 267.964 kasus.Rakornas ditutup dengan pembacaan komitmen delapan gubernur yang daerahnya memiliki kasus TBC tertinggi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). (R)