Lubukpakam (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang menekankan pentingnya menabung sejak dini sebagai salah satu cara membentuk generasi yang cerdas, berkualitas, dan sejahtera. Budaya menabung dinilai sejalan dengan visi Pemkab Deliserdang, yaitu mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, sejahtera, religius, dan berkelanjutan, terutama melalui misi sehat ekonominya.Hal itu disampaikan Bupati Deliserdang, dr H Asri Ludin Tambunan, dalam pidatonya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Ir Hj Syahrifah Alwiah MMA, pada acara Gebyar Hari Indonesia Menabung di Taman Literasi Dinas Pendidikan Deliserdang, Selasa.“Pemerintah Kabupaten Deliserdang terus mendorong para pelajar agar terbiasa menabung melalui sejumlah program. Salah satunya adalah program One Student One Account (OSOA) sebagai upaya meningkatkan target capaian rekening pelajar,” ujar Asri.Saat ini, tercatat 22.614 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Deliserdang sudah memiliki rekening tabungan. Meski jumlah ini masih terbilang kecil dibandingkan total siswa SD dan SMP yang mencapai 274.387 orang, namun menunjukkan adanya minat yang tumbuh untuk menabung.Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara, diwakili Manajer Divisi Pengawasan Perilaku PUJK Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Pramita Yulia Nasution, menegaskan bahwa Hari Indonesia Menabung menjadi momentum penting dalam menanamkan budaya menabung sejak dini di kalangan pelajar.Ia menjelaskan, kegiatan ini juga merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Cerdaskan Keuangan yang digagas OJK untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperkuat sinergi antar-stakeholder.“Di era digital saat ini, akses informasi dan teknologi sangat terbuka bagi pelajar. Hal ini positif, tetapi di sisi lain kita juga harus mewaspadai kejahatan keuangan digital, termasuk permainan online yang bisa disusupi praktik judi daring,” jelas Pramita.Ia mengingatkan para orang tua, guru, dan pemangku kepentingan agar lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama dalam penggunaan gawai. “Tanpa disadari, banyak pihak tidak bertanggung jawab menyusupkan permainan yang mengarah pada judi online. Anak-anak mungkin tidak menyadarinya, dan inilah yang harus kita waspadai bersama,” pungkasnya.Dengan langkah ini, Pemkab Deliserdang bersama OJK berharap budaya menabung dapat semakin melekat pada generasi muda, sehingga tercipta masyarakat yang cerdas secara finansial dan sejahtera di masa depan. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi