Jakarta (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan komitmen mempercepat pemberantasan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui penandatanganan Komitmen Percepatan Tercapainya Eliminasi Tuberkulosis yang melibatkan delapan provinsi dengan beban TBC tertinggi di Indonesia.Selain Sumut, tujuh provinsi lain yang menandatangani komitmen ini adalah Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Sulawesi Selatan (Sulsel).“Saya dengan tujuh gubernur lainnya berkomitmen kuat untuk mengeliminasi TBC. Tentunya ini perlu kerja sama dengan semua pihak, terutama bupati/walikota agar penyelesaian yang kita lakukan bisa cepat dan masif,” kata Bobby Nasution usai menghadiri Forum Delapan Gubernur Penuntasan Tuberkulosis di Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Selasa.Dalam forum tersebut, delapan gubernur menyepakati delapan poin komitmen terkait pengentasan TBC yang menjadi program prioritas Presiden RI, antara lain:1. Memasukkan indikator TBC ke RPJMD.2. Mengkoordinir kegiatan penanggulangan TBC.3. Meningkatkan standar pelayanan minimal (SPM) TBC.4. Menemukan kasus TBC secara tepat.5. Pendataan kasus TBC.6. Pengobatan dan pencegahan.7. Penyusunan kebijakan terkait TBC.8. Pencapaian target indikator nasional.Bobby Nasution menekankan pentingnya kerja cepat dan teliti dalam mencapai target indikator, seperti menemukan 90% kasus, SPM 100%, serta penanganan kasus sensitif obat dan resisten obat.“Ini bukan pekerjaan mudah, jadi harus kita kerjakan bersama,” ujarnya.Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah pusat akan terus memantau penanganan TBC. Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua kasus TBC dunia dengan 1.090.000 kasus dan sekitar 125.000 kematian.“Kalau di delapan provinsi ini bisa kita tekan, angkanya akan berkurang jauh. Jadi siap-siap nanti akan kami tagih pada pertemuan selanjutnya,” kata Tito.Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pentingnya deteksi dini TBC.“Rata-rata kematian TBC di Indonesia adalah dua orang setiap lima menit. Sama seperti COVID-19, kita harus menemukan dulu siapa yang sakit, beri obat awal dua minggu, lalu dilanjutkan pengobatan enam bulan,” ujar Budi.Hadir pada pertemuan ini Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Kepala Staf Presiden AM Putranto, serta jajaran kementerian terkait. Delapan gubernur yang menandatangani komitmen dan OPD terkait juga mengikuti acara secara virtual dari seluruh Indonesia. (R)