Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya penerapan sistem digitalisasi pajak dalam rangka mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menutup potensi kebocoran pajak. Instruksi ini disampaikan langsung kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan, M Agha Novrian, pada Jumat.Rico menekankan, berbagai sektor pajak seperti Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), hingga pajak restoran masih memiliki potensi besar untuk mendongkrak PAD, asalkan dikelola secara transparan dan bebas dari kebocoran.“Yang terpenting jangan lagi bicara soal kebocoran. Banyak sektor yang bisa diperkuat untuk meningkatkan pendapatan daerah,” ujar Rico.Menurutnya, Kepala Bapenda yang baru dilantik harus segera mengevaluasi seluruh struktur organisasi, meneliti kinerja setiap bagian, serta memastikan proses pemungutan pajak berjalan efektif. Rico juga mengingatkan agar tidak ragu menindak tegas oknum petugas yang diduga bermain mata dengan wajib pajak.“Jangan takut menindak petugas yang bermain pajak dengan pelaku usaha. Semua ada aturan dan ketentuannya, jadi harus diperiksa dengan betul,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.Selain pengawasan, Rico mendorong inovasi dalam pengelolaan pajak dengan menerapkan Medan Satu Data. Program ini diyakini mampu memperkuat basis pendataan wajib pajak sekaligus memudahkan proses penagihan.“Kita harus bisa wujudkan One NJOP, One Data, One Click. Dengan sekali klik, langsung tahu nilai NJOP dan kewajiban pembayaran sesuai aturan,” jelasnya.Ia menambahkan, digitalisasi akan menjadi kunci dalam menciptakan sistem pajak yang lebih transparan, akurat, dan efisien. Dengan pemanfaatan teknologi, Pemko Medan tidak perlu lagi mengandalkan metode manual yang rawan celah.“Kalau ditanya berapa NJOP, jangan lagi buka buku. Sekarang sudah ada teknologi. Fungsikan dengan baik agar penagihan pajak lebih cepat dan tersistem,” pungkasnya. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting