Toba (buseronline.com) - Aquabike Jetski World Championship 2025 di Danau Toba resmi berakhir. Ajang balap air internasional yang sudah tiga kali digelar di destinasi super prioritas itu kembali meninggalkan kesan mendalam bagi para rider dunia.Bagi para pebalap, Danau Toba tidak hanya indah, tetapi juga penuh tantangan. Kondisi air yang dinamis membuat jalannya lomba sulit diprediksi.Salah satunya dirasakan oleh Boanerges Ratag, rider asal Manokwari, Papua Barat, yang sukses mencetak sejarah sebagai orang Indonesia pertama sekaligus termuda yang meraih gelar juara dunia Aquabike kategori Endurance.Ratag mengaku sudah dua kali bertanding di Danau Toba. Pada 2024, ia hanya mampu finis di posisi ke-11. Namun pada tahun ini, ia berhasil naik ke podium tertinggi.“Airnya sangat berat, dan kita jadi tertantang sekali. Kondisi air Danau Toba ini unik, kadang bisa flat, kadang berombak, jadi kita harus pintar menyesuaikan jetski,” ujar Ratag di Venue Aquabike, Pelabuhan Mulia Raja, Balige, Minggu.Senada dengan Ratag, rekannya di tim nasional Indonesia, Makaio Wimlie asal Jakarta, juga menilai Danau Toba penuh kejutan.“Di Danau Toba ini kondisi tidak bisa diprediksi, kadang airnya flat, kadang berombak juga. Itu bikin kita tertantang,” ucap Wimlie.Meski menantang, keduanya sepakat bahwa Danau Toba punya pesona alam yang memikat. Ratag menyebut panorama di sekitar lintasan sangat indah, terutama saat matahari terbenam.“Pemandangannya sangat bagus, dan kita semua juga menikmati ketika ada sunset-nya. Ditambah penonton yang antusias, suasananya jadi lebih meriah,” kata Ratag.Wimlie menambahkan bahwa selain pemandangan, cuaca Danau Toba juga mendukung jalannya lomba. Suhu sejuk membuat para rider lebih nyaman saat bertanding.“Cuacanya enak sih, adem, jadi kita nggak terlalu capek. Pemandangan bagus, dan banyak penonton bikin kita makin semangat,” tutur Wimlie.Sebagai catatan, keberhasilan Ratag di Danau Toba tahun ini menjadikannya juara dunia termuda dalam sejarah penyelenggaraan Aquabike oleh Union Internationale Motonautique (UIM). Prestasi ini sekaligus mengibarkan nama Indonesia di pentas olahraga air dunia. (R)
Editor
: Nicolas Simanjuntak