Medan (buseronline.com) - Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan, hingga 12 Agustus 2025 tidak ditemukan kasus chikungunya yang terkonfirmasi di wilayah ini. Penegasan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang menyebut Sumut masuk lima besar daerah dengan jumlah kasus terbanyak.Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sumut, Novita Rohdearni Saragih, menjelaskan bahwa data yang beredar merujuk pada angka suspek chikungunya, bukan kasus yang telah dipastikan melalui uji laboratorium.“Berdasarkan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) pada Early Warning and Response System (EBS), kasus chikungunya terkonfirmasi di Sumut pada tahun ini adalah nol. Sementara data dari Indicator-Based Surveillance (IBS) mencatat 1.218 kasus suspek,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).Menurut Novita, situasi tahun ini justru lebih baik dibandingkan 2024, ketika tercatat 27 kasus positif chikungunya yang tersebar di Tapanuli Utara (13 kasus), Samosir (12 kasus), dan Batubara (2 kasus).“Memasuki pertengahan Agustus 2025, Sumut tetap bebas dari kasus terkonfirmasi chikungunya,” tegasnya.Chikungunya merupakan penyakit akibat virus yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti maupun Aedes albopictus. Gejalanya antara lain demam tinggi mendadak, nyeri sendi hebat, ruam kulit, dan pada sebagian kasus dapat menimbulkan nyeri sendi berkepanjangan.Dinkes Sumut menyatakan pihaknya tetap siaga dengan memantau laporan suspek, melakukan penyelidikan epidemiologi, menyalurkan logistik seperti Rapid Diagnostic Test (RDT) dan insektisida, serta mengedukasi masyarakat melalui Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).Warga diimbau melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M+, yakni menguras, menutup, mendaur ulang barang bekas, menabur bubuk abate, serta melengkapi dengan langkah pencegahan lain seperti menggunakan kelambu, pakaian tertutup, dan menjaga kebersihan lingkungan.“Kami mengajak masyarakat tetap waspada dan segera memeriksakan diri bila mengalami demam tinggi mendadak. Upaya pencegahan bersama adalah kunci agar Sumut tetap bebas chikungunya,” tutup Novita. (R)