Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, melakukan kunjungan langsung ke kawasan Kampung Nelayan, Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin.Kunjungan ini dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi dan keluhan masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai persoalan, mulai dari air bersih hingga kondisi infrastruktur.Dengan berjalan kaki, Wali Kota Medan menyusuri pemukiman warga, berdialog dengan para pedagang dan penduduk setempat. Kedatangannya disambut antusias oleh warga yang langsung memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan permasalahan yang mereka hadapi sehari-hari.Salah satu keluhan yang paling mencolok disampaikan oleh Ipeh (35), warga Blok F Kampung Nelayan Indah, terkait air bersih dari PDAM Tirtanadi yang kerap tidak mengalir. Ia mengungkapkan, air baru mengalir sekitar pukul 3 pagi, sehingga menyulitkan aktivitas rumah tangga, terutama anak-anak yang hendak bersiap ke sekolah.“Pak Wali, kami sudah merana karena tidak ada air. Kalau bisa segeralah dibantu agar air ini dapat mengalir normal ke rumah-rumah kami,” keluh Ipeh dengan nada harap.Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Rico Waas langsung menghubungi pihak PDAM Tirtanadi agar segera menurunkan tim teknis untuk memeriksa dan menangani persoalan distribusi air bersih yang sudah berlangsung selama tiga bulan itu.“Saya sudah telepon pihak PDAM, Inshaallah hari ini juga petugasnya akan turun ke lapangan dan kita harap masalah air ini segera selesai agar masyarakat tidak lagi kesulitan,” ujar Rico di hadapan warga.Wali Kota juga didampingi oleh anggota DPRD Kota Medan, Saipul Bahri dan Muslim Harahap. Dalam suasana akrab, mereka duduk bersila bersama warga untuk mendengarkan berbagai keluhan lainnya.Selain masalah air, warga juga mengeluhkan kondisi titi (jembatan kecil) yang menghubungkan Blok F dan Blok G, yang dinilai membahayakan karena sudah rusak dan sebagian besar dibangun secara swadaya oleh masyarakat.Permasalahan lain yang diangkat warga adalah kondisi ekonomi nelayan yang semakin terpuruk akibat limbah pabrik yang mencemari laut, sehingga hasil tangkapan ikan menurun drastis. Banyak warga kini terpaksa beralih profesi menjadi buruh bangunan.Selain itu, warga juga mengeluhkan banjir yang kerap melanda kawasan mereka akibat rusaknya tanggul dan buruknya sistem drainase. Persoalan pengelolaan sampah turut disampaikan, di mana keberadaan bak sampah terapung dianggap tidak mencukupi dan tidak layak menampung sampah dari seluruh blok pemukiman.Seluruh keluhan dan aspirasi warga dicatat oleh Wali Kota Rico Waas. Ia menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti semua permasalahan tersebut, baik yang terkait dengan air bersih, infrastruktur, lingkungan, maupun perekonomian warga.“Semua masukan dan keluhan warga akan kami tindak lanjuti. Saya minta camat dan lurah berkoordinasi dengan OPD terkait agar masalah-masalah ini segera ditangani. Kita ingin warga Kampung Nelayan Indah hidup lebih nyaman dan layak,” tegas Rico.Kunjungan lapangan ini menegaskan komitmen Pemerintah Kota Medan dalam mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat serta menghadirkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi warga di lapangan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting