Sergai (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution mendorong percepatan pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari implementasi Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Sumut. Program ini bertujuan untuk menjamin pemenuhan gizi anak-anak serta menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.Hal ini disampaikan Bobby saat meninjau langsung operasional dapur SPPG di Desa Cempedak Lobang, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Rabu. Menurut Bobby, pembangunan SPPG di Sumut berjalan lancar, namun tetap membutuhkan dukungan kolaboratif dari semua pihak.“Perkembangannya sangat baik, tapi tentu ini bukan kerja satu pihak. Kita butuh kolaborasi, terutama dari Forkopimda dan seluruh stakeholder. Ini penting untuk memastikan program berjalan optimal,” ujar Bobby.Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan pembangunan 1.700 dapur SPPG, di mana saat ini sudah beroperasi 77 unit, dan hingga akhir tahun 2025 ditargetkan mencapai 200 dapur SPPG.Selain sebagai upaya peningkatan kualitas gizi anak, program MBG juga memberikan dampak ekonomi. Bobby menyebut, banyak ibu rumah tangga kini bisa terlibat langsung dalam pengelolaan dapur SPPG.“Dampaknya luar biasa. Tadi saya lihat ibu-ibu bekerja di dapur SPPG. Ini membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.Ia juga menegaskan bahwa MBG adalah bagian penting dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045. “Untuk mendapatkan SDM unggul, kita tidak bisa menunggu tahun 2040. Harus dimulai sekarang,” tegasnya.Sementara itu, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi menyatakan bahwa MBG bukan program spontan Presiden Prabowo Subianto, melainkan program yang memiliki dasar akademik kuat dan telah dirancang sejak belasan tahun lalu.Ia menyebut Indonesia tertinggal jauh dibanding negara lain. “Kita terlambat 120 tahun dari Inggris. Bahkan India, dengan pendapatan per kapita setengah dari kita, sudah menjalankan MBG sejak 30 tahun lalu,” kata Hasan.Deputi Sistem dan Tata Kelola Badan Gizi Nasional, Tigor Pangaribuan menambahkan bahwa program MBG di Sumut diproyeksikan dapat meningkatkan perputaran ekonomi hingga Rp17 T.Satu dapur SPPG yang melayani sekitar 3.000 anak membutuhkan anggaran sekitar Rp10 M. “Selain meningkatkan gizi anak, MBG membuka lapangan pekerjaan dan memberdayakan ibu-ibu di daerah,” ujarnya.Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga meninjau kegiatan pembagian makanan bergizi gratis di SMAN 1 Seirampah. Para siswa menyambut baik program ini karena dirasakan sangat membantu.“Terbantu sekali. Orang tua saya jadi lebih ringan pengeluarannya, dan makanannya juga enak,” ungkap Sabda Ananta Sinulingga, salah satu siswa.Siswa lainnya, Louis Manurung, juga menyampaikan rasa senangnya. “Selama dua minggu ini menunya selalu enak, ada ayam, ikan, dan daging. Kami senang dapat MBG,” katanya.Program MBG menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Sumut. (P3)