Balige (buseronline.com) - Pemerintah Kabupaten Toba resmi memulai pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) yang berlokasi di Desa Lumban Pea, Kecamatan Balige.Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama yang dilakukan langsung oleh Bupati Toba, Poltak Effendi Sintong P Napitupulu, Kamis (24/7/2025).Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta pejabat daerah. Acara diawali dengan ibadah bersama dan dilanjutkan dengan prosesi ground-breaking sebagai simbol dimulainya pembangunan fasilitas kesehatan yang akan memperkuat layanan kesehatan masyarakat Toba.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba, dr Freddi Seventry Sibarani MKM, menjelaskan bahwa Labkesmas ini nantinya akan memiliki berbagai fungsi vital. Di antaranya adalah pemeriksaan spesimen klinis seperti darah, pengujian sampel lingkungan dan vektor, pelaksanaan surveilans penyakit, serta pengelolaan data dan informasi kesehatan.“Laboratorium ini akan menjadi pusat layanan kesehatan masyarakat yang mendukung upaya preventif dan promotif kesehatan. Ini bukan hanya untuk pengobatan, tapi juga untuk deteksi dini penyakit dan kontrol lingkungan,” ungkap dr Freddi.Ketua DPRD Kabupaten Toba, Franshendrik Tambunan, yang mewakili Forkopimda dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif pembangunan Labkesmas tersebut. Ia optimis kehadiran fasilitas ini akan berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan warga Toba.“Ini adalah langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang lebih cepat dan akurat, serta lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.Senada dengan hal tersebut, Bupati Toba Effendi Sintong P Napitupulu menyebut pembangunan Labkesmas ini sebagai salah satu wujud nyata transformasi sistem kesehatan di daerah. Menurutnya, selama ini masyarakat Toba kerap harus mengirim sampel ke Medan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium.“Dengan Labkesmas ini, kita tidak perlu lagi mengirim ke Medan. Pemeriksaan bisa dilakukan di sini dan hasilnya lebih cepat diketahui. Ini sangat membantu dalam penanganan penyakit,” kata Bupati.Ia juga menyinggung rencana besar Pemerintah Kabupaten Toba dalam pengembangan sektor kesehatan ke depan, khususnya revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Porsea yang dinilai sudah tidak lagi representatif dari sisi bangunan.“Kalau dari sisi tenaga dokter dan peralatan, RSUD Porsea sudah bagus. Tapi bangunannya yang perlu diperbaiki. Kita akan perjuangkan agar RSUD ini bisa direvitalisasi untuk memberikan layanan kesehatan yang maksimal kepada masyarakat,” jelasnya.Adapun pembangunan Labkesmas yang terdiri dari dua lantai ini menelan biaya sebesar Rp14.023.478.341 dan ditargetkan rampung pada 13 Desember 2025. Pembangunan ini diharapkan menjadi tonggak awal peningkatan mutu layanan kesehatan di Kabupaten Toba. (Galung)