Medan (buseronline.com) - Pemerintah Kota (Pemko) Medan terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin akses pendidikan bagi seluruh warganya, terutama dari kalangan kurang mampu.Salah satu bentuk kepedulian tersebut diwujudkan melalui Program Tebus Ijazah, yang menjadi harapan baru bagi siswa dari keluarga tidak mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.Hal itu disampaikan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat menjadi narasumber dalam Podcast Kurniawan Talks bersama Founder Dimas A Kurniawan, yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin.Dalam perbincangan hangat tersebut, Dimas menyinggung isu keamanan di Kota Medan yang berkaitan erat dengan angka kriminalitas. Menanggapi hal itu, Rico Waas menekankan bahwa akar permasalahan kriminalitas kerap berawal dari rendahnya akses terhadap pendidikan.“Melalui program ini, kita menebus ijazah siswa-siswa dari keluarga yang kurang mampu, agar mereka bisa melanjutkan pendidikannya. Pendidikan adalah kunci agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang layak dan masa depan yang lebih baik,” ujar Rico Waas.Menurutnya, dengan meningkatkan akses pendidikan, Pemko Medan ingin menciptakan generasi muda yang memiliki kompetensi dan daya saing, sehingga bisa menekan potensi kejahatan akibat pengangguran atau ketimpangan sosial.Selain menjamin pendidikan, Pemko Medan juga aktif membuka peluang investasi di berbagai sektor untuk menciptakan lapangan kerja baru. Rico menyebutkan bahwa pelatihan kerja bagi masyarakat terus dilakukan agar mereka memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.“Kita tidak hanya membuka investasi, tapi juga memberikan pelatihan kerja kepada masyarakat agar mereka memiliki keterampilan dan siap pakai,” tambahnya.Ia juga menyoroti pentingnya penanganan masalah narkotika yang menjadi salah satu penyumbang tindak kriminal. Untuk itu, Pemko Medan terus memperkuat sinergi dengan pihak TNI dan Polri guna menekan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.“Kita terus berkoordinasi dengan rekan-rekan dari TNI dan Polri untuk mengatasi masalah ini secara bersama-sama,” tegas Rico.Dalam sesi podcast tersebut, Dimas juga menyinggung persoalan sistem parkir di Kota Medan yang kerap menjadi keluhan masyarakat. Rico menjelaskan bahwa Pemko Medan sedang mengkaji sistem perparkiran, termasuk kemungkinan penerapan metode konvensional, e-parking, atau barcode, dengan melibatkan para akademisi agar hasilnya tidak merugikan masyarakat.“Yang sedang dikaji bukan hanya sistemnya, tapi juga tarif parkir dan standarisasi juru parkir (jukir). Intinya, sistem yang diterapkan nanti harus transparan dan berpihak pada masyarakat,” jelasnya.Lebih lanjut, Rico Waas juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar mulai beralih menggunakan transportasi umum. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi kemacetan serta ketergantungan pada kendaraan pribadi.“Kesadaran untuk menggunakan transportasi umum ini juga penting. Kami akan terus membenahi sistem transportasi agar lebih nyaman dan terjangkau,” pungkasnya.Program Tebus Ijazah dan berbagai inisiatif lainnya menjadi wujud nyata Pemko Medan dalam membangun kota yang inklusif, aman, dan berdaya saing, dengan menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi