Medan (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Medan, Ny Airin Rico Waas, mengajak seluruh kader PKK untuk memperkuat kembali peran keluarga sebagai pondasi utama dalam mendidik anak. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan Pembinaan Pola Asuh Anak dan Remaja (PAAR) di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Kamis.Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Lurah Kwala Bekala ini turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Kota Medan Ny Ismiralda Wiriya Alrahman, para pengurus TP PKK Kota Medan, Ketua Pokja, Plt Camat Medan Johor M Yudha Prasetya, serta Lurah Kwala Bekala.“Saya ingin mengajak kita semua kader TP PKK Kota Medan untuk kembali memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama pendidikan anak. Perkuat juga sinergitas antar sektor dalam menjaga anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berakhlak, dan berdaya saing,” ujar Ny Airin dalam sambutannya.Ia menjelaskan bahwa tujuan kehadiran TP PKK Kota Medan kali ini adalah untuk memberikan pembinaan terkait pola asuh anak dan remaja. Menurutnya, pola asuh merupakan bentuk perilaku yang bertujuan agar anak dapat berkembang secara optimal, baik secara fisik, bahasa, emosi, maupun sosial.“Pola asuh merupakan usaha orang tua dalam membina dan membimbing anak sejak lahir hingga dewasa. Setiap orang tua harus memahami dan memiliki pola asuh yang baik agar dapat membentuk karakter positif pada anak,” jelas istri Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas ini.Airin juga menekankan pentingnya menciptakan suasana kondusif di rumah, menjadi panutan yang baik, tidak memanjakan anak secara berlebihan, meluangkan waktu berkualitas, menumbuhkan kemandirian, serta menetapkan aturan rumah yang jelas dan disertai alasan.Ia juga menyoroti program kerja Pokja I TP PKK, khususnya PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital), yang bertujuan mewujudkan keluarga Indonesia yang Sejahtera dan Harmonis atau disingkat "KISAH".“Melalui PAAREDI, kita dorong terciptanya ‘Kisah’ di setiap rumah tangga. Ini adalah bentuk upaya kolektif untuk mendampingi keluarga dalam menghadapi tantangan era digital,” terangnya.Selain itu, Ny Airin mengingatkan pentingnya peran kader PKK sebagai agen perubahan yang aktif memberikan edukasi kepada masyarakat. Salah satu isu krusial yang perlu menjadi perhatian adalah pencegahan perkawinan usia anak, penyalahgunaan narkoba, serta pentingnya keluarga yang sadar informasi kependudukan.“Kita perlu mendorong keluarga Indonesia untuk peduli pada hal-hal mendasar seperti pembuatan akta kelahiran anak, serta waspada terhadap bentuk kekerasan terhadap anak dan remaja, baik secara fisik, seksual, hingga perundungan melalui media sosial,” tegasnya.Pertemuan pembinaan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama lintas sektor dan meneguhkan kembali peran strategis keluarga dalam membentuk generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi