Toba (buseronline.com) - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Del (IT Del), dalam upaya memperkuat kolaborasi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dan bioteknologi untuk mendukung transformasi sektor kesehatan nasional.Penandatanganan MoU tersebut berlangsung di Kampus IT Del, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat, dan disaksikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pengembangan teknologi kesehatan berbasis AI dan bioteknologi merupakan langkah strategis untuk kemandirian bangsa di bidang kesehatan.“Kita tidak bisa terus bergantung pada teknologi dari luar. Kita harus mulai membangun inovasi sendiri, terutama di bidang kesehatan yang sangat strategis,” tegas Budi.Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, L Rizka Andalusia; Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi ITB, Prof Lavi Rizki Zuhal; serta Rektor IT Del, Arnaldo Marulitua Sinaga.MoU ini menjadi dasar kerja sama para pihak dalam bidang penelitian, pengembangan, dan pemanfaatan kecerdasan artifisial dan bioteknologi, melalui integrasi sumber daya, keahlian, dan infrastruktur dari masing-masing institusi.“Bayangkan jika kita bisa memanfaatkan data kesehatan nasional secara cerdas, lalu kita kombinasikan dengan teknologi AI, hasilnya akan luar biasa untuk peningkatan layanan kesehatan masyarakat,” ujar Menkes Budi.Ruang lingkup kerja sama mencakup berbagai aspek penting, seperti penyelenggaraan kegiatan riset bersama, pemanfaatan data dan informasi kesehatan, penggunaan material hayati dalam riset bioteknologi, serta optimalisasi sarana dan prasarana yang dimiliki para pihak. Selain itu, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang terkait.Budi menambahkan, investasi dalam pengembangan AI dan bioteknologi adalah langkah jangka panjang yang akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi tantangan kesehatan global.“Kalau kita bisa mengembangkan kapasitas SDM di bidang AI dan biotek, maka Indonesia punya masa depan yang jauh lebih siap dan mandiri,” ujarnya.Selain aspek teknis dan akademis, nota kesepahaman ini juga menekankan pentingnya pelaksanaan kerja sama yang menjunjung tinggi etika, asas transparansi, dan saling percaya.“Semua kerja sama ini harus dilakukan dengan itikad baik, untuk kepentingan rakyat Indonesia. Jangan sampai ada konflik kepentingan atau penyalahgunaan data,” tegas Menkes.Kemenkes menegaskan bahwa semua aktivitas dalam kerja sama ini akan tunduk pada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Nota kesepahaman ini juga menjadi tonggak awal kerja sama lanjutan dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset lainnya.“Kami berharap, ini jadi titik awal dari lebih banyak kolaborasi antara Kemenkes dan institusi pendidikan tinggi lainnya di seluruh Indonesia,” pungkas Budi.Penandatanganan ini sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun ekosistem riset dan teknologi yang berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan masyarakat Indonesia. (R)
Editor
: GY Simanjuntak MSi