Medan (buseronline.com) - Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan, menghadirkan layanan Laboratorium Terpadu yang memudahkan akses pemeriksaan bagi pasien. Layanan ini menyatukan tiga jenis pemeriksaan laboratorium – patologi klinik, patologi anatomi, dan mikrobiologi klinik – dalam satu loket terintegrasi.Peresmian loket layanan laboratorium terpadu ini dilakukan langsung oleh Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Dirjen Keslan Kemenkes RI), dr Azhar Jaya SH SKM MARS, saat kunjungan kerjanya ke Sumatera Utara, Kamis. Ia didampingi oleh Direktur Utama RS Adam Malik, dr Zainal Safri MKed(PD) SpPD-KKV SpJP(K), serta jajaran direksi lainnya.“Dengan loket terpadu ini tentu saja akan memudahkan pelayanan kepada pasien. Sehingga saya yakin, dengan ini juga akan terjadi efisiensi. Semoga ini menjadi berkah buat kita, berkah buat masyarakat Medan, dan berkah buat masyarakat Indonesia,” ujar dr Azhar sebelum meresmikan loket dengan pengguntingan pita secara simbolis.Direktur Utama RS Adam Malik, dr Zainal, menjelaskan bahwa dengan sistem ini, seluruh proses pemeriksaan laboratorium kini terpusat di Instalasi Laboratorium Terpadu. Pasien tidak perlu lagi berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mengakses tiga jenis layanan laboratorium yang tersedia.“Satu tempat, one stop service. Seluruh petugas registrasi dari ketiga laboratorium duduk di sini. Jadi pasien tidak perlu keliling lagi, tinggal menunggu di sini, nanti petugas laboratorium yang akan mendatangi pasien untuk dilakukan pemeriksaan,” jelas dr Zainal. Ia juga menyebutkan bahwa bagian dalam laboratorium telah direnovasi untuk mendukung layanan ini.Selain meresmikan layanan laboratorium terpadu, Dirjen Keslan Kemenkes RI juga meninjau sejumlah fasilitas penting lainnya di RS Adam Malik. Salah satunya adalah Unit Pengelola Darah (UPD) yang tengah berproses menuju sertifikasi CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Sertifikasi ini penting dalam menjamin mutu produksi komponen darah dan produk turunannya yang digunakan untuk kebutuhan medis pasien.Tak hanya itu, dr Azhar juga meninjau lokasi pembangunan Gedung Pusat Onkologi Terpadu yang sedang dalam tahap konstruksi. Gedung berlantai delapan tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2026, dan akan difungsikan sebagai pusat layanan kanker terpadu. Fasilitas ini dirancang dengan kapasitas 200 tempat tidur rawat inap, tiga kamar operasi, serta didukung peralatan medis canggih seperti SPECT CT, Gamma Camera, Linac, Brachytherapy, hingga PET Scan.Dengan inovasi layanan dan pembangunan infrastruktur ini, RS Adam Malik terus menunjukkan komitmennya dalam menjadi rumah sakit rujukan nasional yang unggul dan terpercaya, khususnya dalam pelayanan kesehatan tingkat lanjut. (R)