Samosir (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mengunjungi Festival Edukasi Leluhur Batak yang digelar di kawasan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Minggu sore.Dalam kunjungan tersebut, Bobby menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian budaya Batak Toba dan menyebut wisata edukasi sebagai salah satu potensi andalan yang bisa terus dikembangkan di kawasan Danau Toba.Festival yang berlangsung sejak 1 hingga 10 Juli 2025 ini menampilkan beragam pertunjukan budaya serta ritual adat Batak Toba yang diwariskan oleh para leluhur.Bobby yang hadir bersama Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dan Anggota DPR RI Hinca Panjaitan — yang juga merupakan bagian dari Komunitas Rumah Hela — tampak antusias menyaksikan acara Turi-turian atau Torsa, yakni cerita lisan tentang budaya, adat istiadat, dan sejarah Batak dari para tetua adat.Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sumut juga berdiskusi bersama Bupati Samosir dan Hinca Panjaitan mengenai pengelolaan kawasan strategis pariwisata nasional, serta upaya menyukseskan berbagai agenda internasional yang akan digelar di sekitar Danau Toba.Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, khususnya terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan yang rawan terbakar pada musim kemarau.“Kita memikirkan langkah-langkah konkret, seperti mendirikan posko pemantauan karhutla dan memastikan tersedianya akses cepat ke sumber air, supaya pemadaman bisa dilakukan secara efektif,” ujar Bobby.Gubernur Bobby juga menyoroti pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata, terutama di lokasi-lokasi yang memiliki nilai spiritual dan budaya seperti Pusuk Buhit. Ia menyarankan pendirian posko pengawasan sampah, di mana setiap pengunjung wajib mencatat barang bawaan seperti makanan dan minuman, serta melaporkannya kembali saat keluar untuk memastikan tidak meninggalkan sampah di kawasan tersebut.Selain itu, diskusi juga mencakup persiapan lomba lari internasional Ultra-Trail du Mont-Blanc (UTMB) yang rencananya akan digelar di Danau Toba pada Oktober mendatang. Dengan medan yang menantang dan potensi jalur mendaki, kawasan ini dinilai sangat ideal untuk menjadi bagian dari rute lomba yang akan diikuti ribuan pelari dari berbagai negara.Sementara itu, Anggota DPR RI Hinca Panjaitan mengapresiasi perhatian Gubernur Bobby Nasution terhadap pengembangan budaya dan pariwisata di Sumatera Utara.Ia mengungkapkan kekaguman Gubernur terhadap aspek edukatif dari festival budaya yang digelar oleh Komunitas Rumah Hela.“Beliau (Gubernur) sangat tertarik dengan storytelling tentang leluhur Batak Toba ini. Saya mengapresiasi sekali kepedulian beliau terhadap budaya dan masa depan Danau Toba,” ungkap Hinca.Menurut Hinca, Festival Edukasi Leluhur Batak merupakan media penting untuk melestarikan sejarah dan identitas budaya Batak kepada generasi muda. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi bagian dari kalender event nasional.“Pak Bobby juga ingin agar wisata Danau Toba tidak hanya menampilkan keindahan alamnya, tapi juga kekayaan budaya dan sejarah yang luar biasa. Wisata edukasi seperti ini sangat cocok untuk generasi muda,” pungkasnya.Festival Edukasi Leluhur Batak menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai tradisi dan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi, sekaligus mengukuhkan Danau Toba sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia yang sarat makna sejarah dan spiritualitas. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting