Samosir (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, menyatakan dukungannya terhadap rencana ambisius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir untuk membangun kawasan pantai sepanjang 22 kilometer di tepian Danau Toba. Proyek ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak perekonomian lokal serta meningkatkan daya tarik pariwisata kawasan Danau Toba secara menyeluruh.Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Bobby dalam agenda Penyerahan Aset Pemprov kepada Pemkab Samosir, berupa Rumah Dinas Bupati kepada Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, pada Minggu.Dalam kesempatan itu, Bobby menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan kawasan wisata yang terintegrasi dan berkelanjutan.“Konsep Long Beach (Pantai Panjang) ini bisa menghidupkan ekonomi masyarakat Samosir. Pemerintah Provinsi siap mendukung. Untuk mewujudkan ini perlu kolaborasi dan sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan tentunya pemerintah pusat,” ujar Bobby.Proyek yang akan membentang dari Tano Ponggol, Kecamatan Pangururan, hingga Pelabuhan Simanindo, Kecamatan Simanindo, ini menurut Bobby tidak lepas dari tantangan, terutama dalam hal pembebasan lahan. Ia menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif dengan masyarakat sebagai pemilik lahan agar proses pembangunan berjalan lancar dan minim hambatan sosial.Lebih jauh, Gubernur menegaskan bahwa pembangunan fisik bukan satu-satunya aspek penting. Perencanaan jangka panjang harus mencakup aspek pengelolaan, perawatan, dan tampilan visual kawasan. Tujuannya agar setiap titik menjadi daya tarik wisata yang mampu memikat pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.“Bukan hanya membangun, tapi kita juga harus tahu bagaimana perawatan tiap spot ke depan. Harus ada konsep yang jelas supaya proyek ini benar-benar bermanfaat,” imbuhnya.Di sisi lain, Bobby juga menyoroti pentingnya dukungan Pemkab Samosir dalam menyukseskan sejumlah agenda strategis berskala internasional, termasuk Ultra-Trail du Mont-Blanc Kaldera Toba Marathon (KTMB) yang akan digelar pada Oktober 2025. Event tersebut diperkirakan akan diikuti sekitar 5.000 pelari dari berbagai negara, dan dinilai sebagai momentum penting untuk promosi pariwisata Danau Toba.“Ini bukan hanya lomba lari. Kita bicara soal promosi wisata dan ekonomi lokal. Peserta bisa tinggal seminggu di sini, dan kita harus tahu mereka mau ke mana saja. Jalur lari dan tempat wisatanya harus disiapkan sebaik mungkin,” kata Bobby.Selain KTMB, Pemprov Sumut juga tengah mempersiapkan diri menghadapi proses revalidasi status UNESCO Global Geopark Kaldera Toba pada Juli 2025. Status geopark tersebut saat ini berada dalam posisi “yellow card” atau peringatan, setelah sebelumnya memperoleh “green card”.“Beberapa geosite penting ada di Samosir. Jadi kita berharap dengan upaya bersama, termasuk penataan Long Beach dan event internasional ini, Samosir bisa ikut merebut kembali green card Geopark Kaldera Toba,” pungkas Bobby.Rencana pembangunan Long Beach Danau Toba ini digadang-gadang akan menjadi salah satu proyek strategis pariwisata nasional, sekaligus simbol kebangkitan ekonomi kawasan Danau Toba berbasis keberlanjutan dan kearifan lokal. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting