Medan (buseronline.com) - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution membahas penguatan kerja sama strategis antara Sumut dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam pertemuan bersama Duta Besar RRT untuk Indonesia, Wang Lutong, di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro No 30 Medan, Kamis.Dalam pertemuan tersebut, sektor pertanian menjadi fokus utama selain sektor pariwisata, infrastruktur, dan pendidikan.Bobby menyampaikan bahwa Sumut merupakan salah satu provinsi dengan kontribusi besar di bidang pertanian nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 menunjukkan luas lahan padi di Sumut mencapai sekitar 419,09 ribu hektare, sementara jagung seluas 213,55 ribu hektare. Untuk komoditas hortikultura, Sumut juga unggul dalam produksi cabai merah keriting seluas 16.436 hektare, jamur tiram 16.515 meter persegi, dan jamur merang 10.950 meter persegi."Pertanian adalah salah satu sektor unggulan di Sumut. Kami tahu RRT sangat maju dalam riset dan teknologi pertanian. Kami berharap bisa memperkuat kerja sama dengan Tiongkok, khususnya untuk meningkatkan produktivitas pertanian kami," ujar Bobby Nasution.Bobby juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Sumut, antara lain terbatasnya riset pengembangan bibit unggul, penurunan produktivitas lahan, rendahnya adopsi teknologi pertanian modern, serta minimnya infrastruktur penunjang."Kami berharap RRT bisa menjadi mitra dalam mengatasi permasalahan-permasalahan ini. Dengan kolaborasi, kami yakin pertanian Sumut bisa berkembang lebih pesat," tambahnya.Menanggapi hal tersebut, Duta Besar RRT untuk Indonesia Wang Lutong menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang telah terjalin antara Tiongkok dan Sumatera Utara. Ia menyebut sejumlah kerja sama yang telah berjalan, termasuk dalam pengembangan benih padi unggul, tanaman herbal, serta komoditas hortikultura seperti sayur dan buah-buahan."Saya rasa kerja sama kita di sektor pertanian sudah cukup kuat dan akan terus kita tingkatkan. Contohnya, kita sedang mengembangkan benih padi yang bisa panen empat kali dalam setahun. Kami juga bekerja sama dalam pengembangan tanaman herbal di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), serta inovasi bibit lainnya," ujar Wang Lutong.Selain pertanian, Wang juga menyoroti pentingnya penguatan infrastruktur untuk mendukung sektor pariwisata di Sumut.Menurutnya, kenyamanan wisatawan sangat bergantung pada akses dan fasilitas yang memadai. "Kita perlu membahas lebih dalam terkait infrastruktur, agar wisatawan merasa nyaman saat mengunjungi objek wisata di Sumut," jelas Wang.Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumut Surya, Kepala Bagian Politik Kedubes RRT di Indonesia Zhu Yarong, Konsul RRT di Medan Zhang Min, serta jajaran Kedutaan Besar dan Konsulat Tiongkok. Dari pihak Pemerintah Provinsi Sumut, turut hadir pula pejabat dari organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama bilateral yang berorientasi pada pertumbuhan sektor-sektor strategis daerah, khususnya pertanian, yang menjadi penopang utama ekonomi Sumut. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting