Deprecated: preg_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/u522261782/domains/buseronline.com/public_html/amp/fungsi.php on line 192

Kelurahan Tanah Enam Ratus dan UNIMED Sinergi Edukasi Sampah Jadi Energi, Dukung Program Rico Zaki

Dirgahayu Ginting - Senin, 16 Juni 2025 12:09 WIB
Lurah Tanah Enam Ratus, Syawaludin Nasution (tengah) memberikan penjelasan saat kegiatan edukasi pengelolaan sampah sebagai sumber energi, bekerja sama dengan LPPM Unimed, di Jalan Marelan IX, Gang Famili, Lingkungan III, Medan Marelan, Sabtu (14/6/2025).
Medan (buseronline.com) - Dalam rangka mendukung program prioritas Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dan Wakil Wali Kota H Zakiyuddin Harahap terkait pengelolaan sampah, Kelurahan Tanah Enam Ratus, Kecamatan Medan Marelan, bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Medan (UNIMED) menggelar edukasi pengelolaan sampah sebagai sumber energi alternatif.Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat 2025 ini dilaksanakan pada Sabtu di lingkungan pemukiman warga, tepatnya di Jalan Marelan IX, Gang Famili, Lingkungan III, Tanah Enam Ratus.Selain sebagai bentuk edukasi, kegiatan ini juga sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang tahun ini mengusung tema “Hentikan Polusi Plastik.”Lurah Tanah Enam Ratus, Syawaludin Nasution, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari inisiatif sebelumnya yang telah dijalankan di kantor kelurahan, seperti Gerakan Kantor Mandiri Kelola Sampah (GKMKS) dan Gerakan Rumah Mandiri Kelola Sampah (GRMKS).“Ini bentuk konkret dukungan kita terhadap visi-misi Pak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, yang fokus pada pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan berdaya guna,” ujar Syawaludin di hadapan peserta yang terdiri dari warga, kelompok masyarakat, penggiat lingkungan, serta tim LPPM UNIMED.Dalam kegiatan ini, warga diperkenalkan pada kompor sederhana berbahan bakar sampah, yang memanfaatkan minyak goreng bekas atau oli bekas dan dipanaskan menggunakan sampah plastik atau kertas. Api yang dihasilkan kemudian dikuatkan melalui blower kecil bertenaga listrik agar proses pembakaran lebih sempurna.Menurut Syawaludin, teknologi sederhana ini menjadi solusi hemat dan ramah lingkungan, terutama bagi pelaku UMKM yang membutuhkan sumber energi terjangkau.“Saat ini kompor baru diperuntukkan bagi pelaku usaha. Namun ke depan, kita berharap penggunaan teknologi ini bisa meluas ke rumah tangga,” katanya.Syawaludin juga menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah non-organik, seperti plastik dan kertas, bisa digunakan sebagai bahan bakar kompor, sedangkan sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang berguna bagi tanaman.“Mulai hari ini, mari kita biasakan memilah sampah. Kami juga membagikan tong sampah untuk mendukung kebiasaan tersebut,” imbuhnya.Sebagai bagian dari kegiatan, diserahkan secara simbolis kompor sampah kepada kelompok masyarakat serta tong sampah kepada warga yang ikut dalam pelatihan. Demonstrasi langsung cara kerja kompor juga dilakukan agar masyarakat memahami proses dan manfaatnya secara praktis.Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pembimbing LPPM UNIMED, Satria Mihardi, serta tokoh lingkungan dan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kegiatan ditutup dengan harapan agar inisiatif ini dapat menjadi model replikasi di kelurahan lain dalam upaya menciptakan kota Medan yang bersih, mandiri energi, dan berkelanjutan. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
Sumber
:

Tag:

Berita Terkait

Sumatera Utara

Menteri Koperasi Kunjungi KDMP Pantai Pasifik Toba, Dorong Ekonomi Rakyat Berbasis Koperasi

Sumatera Utara

400 Guru Mengaji Bandung Dipersiapkan Jadi Penggerak Pemberantasan Buta Huruf Al-Qur'an

Sumatera Utara

Korlantas Polri Bersama KemenPAN-RB dan BSSN Bahas Integrasi SIM dan STNK Digital

Sumatera Utara

FLS3N 2026 Resmi Berakhir, Siswa Didorong Terus Berkarya dan Lestarikan Budaya

Sumatera Utara

Posyandu di Medan Kini Jadi Penghubung Pelayanan Dasar Warga

Sumatera Utara

KPK Libatkan Sejumlah Lembaga Bahas Standar Penghitungan Kerugian Negara